
Dokumentasi visual dari kegiatan UN Women dalam memajukan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan secara global. (unwomen.org)
JawaPos.com - UN Women, atau secara resmi dikenal sebagai United Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women, merupakan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dibentuk untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di seluruh dunia. Organisasi ini mulai beroperasi pada Januari 2011 sebagai hasil dari Resolusi Majelis Umum PBB nomor 64/289, yang menggabungkan empat entitas sebelumnya, yakni DAW, INSTRAW, OSAGI, dan UNIFEM.
Sebagai organisasi global, sebagaimana dilansir dari unwomen.org, UN Women memiliki mandat untuk mendukung negara-negara anggota dalam merancang dan menerapkan kebijakan yang menjamin hak-hak perempuan. Mereka bekerja sama dengan badan antarpemerintah seperti Komisi Status Perempuan untuk menetapkan norma dan standar internasional yang mendorong kesetaraan gender.
Selain itu, UN Women juga menyediakan dukungan teknis dan finansial bagi negara-negara yang membutuhkan, serta memperkuat kemitraan dengan masyarakat sipil.
UN Women berperan penting dalam mengkoordinasikan sistem pekerja PBB agar tetap akuntabal terhadap komitmen kesetaraan gender.
Organisasi ini secara berkala memantau progres yang dicapai oleh berbagai lembaga PBB, termasuk UNICEF, UNDP, dan UNFPA dalam upaya mereka memberdayakan perempuan dan anak perempuan. Dengan mendekatkan lintas sektor, UN Women memastikan bahwa Isu gender tidak hanya menjadi agenda sosial, tapi juga bagian integral dari pembangunan berkelanjutan dan perdamaian global.
Dalam praktiknya, UN Women telah aktif di lebih dari 100 negara dan mendukung jutaan perempuan melalui program kemanusiaan, advokasi, dan edukasi.
Di wilayah konflik seperti Gaza dan Sudan, UN Women memberikan bantuan langsung kepada perempuan yang terdampak krisis, termasuk layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan akses ke keadilan. Organisasi ini juga menjadi mitra strategis bagi pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal dalam menciptakan dunia yang lebih inklusif dan adil bagi semua gender.
Kehadiran UN Women menjadi bukti bahwa perjuangan untuk kesetaraan gender bukan hanya isu domestik, melainkan gerakan Global yang membutuhkan kolaborasi lintas negara dan lintas budaya. Dengan visi "Planet 50 - 50" dan kampanye seperti seperti HeForShe, UN Women terus mendorong partisipasi laki-laki dalam perjuangan hak perempuan menjadikan kesadaran gender sebagai tanggung jawab bersama. (*)

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
