Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Agustus 2025 | 18.45 WIB

PM Israel Benjamin Netanyahu Tantang Rakyat Iran Ganti Rezim, Janjikan Bantuan Atasi Krisis Air

Benjamin Netanyahu (Dok. Instagram @b.netanyahu) - Image

Benjamin Netanyahu (Dok. Instagram @b.netanyahu)

JawaPos.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa (12/8) mengirim pesan langsung kepada rakyat Iran di tengah krisis air yang semakin parah di negara itu. Dalam pidatonya, Netanyahu menyerukan perubahan rezim dan menjanjikan bantuan teknologi air jika kepemimpinan Iran berganti.

Netanyahu mengatakan, Israel akan mengirim pakar terbaik di bidang daur ulang dan desalinasi air untuk memulihkan sungai, danau, dan waduk Iran. 

“Haus akan air di Iran hanya tertandingi oleh haus akan kebebasan,” ucapnya, sambil meletakkan kendi air di atas meja sebagai simbol pesannya.

Ia juga mendorong rakyat Iran untuk berani mengambil risiko demi kebebasan, masa depan, dan keluarga, serta turun ke jalan menuntut keadilan dan melawan tirani.

Dikutip via Iran International, krisis air di Iran kian memburuk. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah kota mengalami pemadaman air hingga 48 jam, disertai pemadaman listrik bergilir di tengah panas ekstrem. 

Beberapa bendungan utama seperti Karaj, Lar, dan Taleghan mengalami penyusutan drastis dibanding tahun lalu. Presiden Masoud Pezeshkian bahkan memperingatkan, tanpa penghematan drastis, sejumlah bendungan bisa kering pada awal musim gugur.

Pesan Netanyahu itu muncul di tengah tuduhan internasional bahwa Israel membatasi akses air bersih di Gaza, tuduhan yang ia bantah, serta statusnya sebagai buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait dugaan kejahatan perang.

Isyarat Perang Belum Selesai

Dalam wawancara terpisah dengan i24 News, Netanyahu menyinggung serangan Israel pada Juni lalu yang menghancurkan fasilitas nuklir dan rudal balistik Iran.

Ia menyebutnya sebagai langkah “bersejarah” dan bertekad mencegah Teheran membangunnya kembali.

Ketika ditanya apakah ia ingin “menyelesaikan pekerjaan” di Iran, Netanyahu menjawab, “Ya, tapi saya tak akan menjelaskan detailnya. Kami memantau ini dengan tujuh pasang mata, bersama mitra Amerika.”

Netanyahu mengakui Iran masih memiliki 400 kilogram uranium dengan kadar pengayaan 60%, namun menurut dia belum cukup untuk memproduksi bom nuklir. 

Pandangan ini berbeda dengan mantan wakil kepala IAEA, Olli Heinonen, yang memperingatkan jumlah tersebut bisa diubah menjadi sekitar 10 bom nuklir dalam hitungan hari jika dilanjutkan ke tingkat senjata di fasilitas tersembunyi.

Mantan PM Israel, Naftali Bennett, juga mengirim pesan video kepada rakyat Iran, menyatakan bahwa “Iran memiliki pilihan: melanjutkan perang atau memilih jalan damai dan kerja sama.”

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore