
Ilustrasi berhenti merokok (Freepik)
JawaPos.com - Kementerian Pendidikan Malaysia menegaskan sikap tegas terhadap guru yang kedapatan merokok atau menggunakan rokok elektrik (vape) di lingkungan sekolah.
Sanksi berat menanti, termasuk denda hingga Rp38,5 juta atau hukuman penjara maksimal dua tahun.
Dilansir dari media Malaysia The Star (12/8), Menteri Pendidikan Malaysia Fadhlina Sidek menyatakan pihaknya tidak akan menoleransi guru yang menggunakan vape, apalagi melakukannya secara terbuka atau di depan siswa.
Tindakan tersebut dinilai melanggar Standar Guru Malaysia (SGM) yang menekankan peran guru sebagai teladan berkarakter baik bagi peserta didik.
“Guru yang kedapatan mengisap vape atau merokok di kawasan sekolah dapat dikenakan denda hingga RM10.000 (sekitar Rp38,5 juta) atau penjara maksimal dua tahun, sesuai Undang-Undang Pengendalian Produk Merokok untuk Kesehatan Masyarakat 2024,” ujar Fadhlina dalam jawaban tertulis di parlemen menanggapi pertanyaan anggota dewan Nurul Amin Hamid (PN-Padang Terap).
Nurul Amin sebelumnya menyoroti adanya dugaan sebagian guru secara terbuka menggunakan vape di sekolah, yang dapat memberi contoh buruk bagi siswa dan merusak kredibilitas lembaga pendidikan.
Menurut Fadhlina, Kementerian Pendidikan saat ini juga sedang merevisi Peraturan Pendidikan (Disiplin Pelajar) untuk memasukkan larangan merokok dalam aturan turunan. Larangan ini mencakup semua bentuk rokok, perangkat elektronik, dan cairan vape.
Fadhlina menambahkan, perubahan aturan tersebut sejalan dengan undang-undang yang telah diundangkan oleh Kementerian Kesehatan pada 1 Oktober 2024.
Selain melarang penggunaan vape di area sekolah, aturan ini juga melarang penjualan produk vape kepada individu di bawah 18 tahun. Bahkan, penegakan hukum akan dilakukan terhadap tempat usaha yang menjual vape dalam radius 40 meter dari batas atau pagar sekolah.
Langkah tegas ini diharapkan menjadi peringatan bagi para guru dan civitas akademik agar menjaga perilaku dan memberikan teladan positif kepada siswa.
Dengan penegakan hukum yang jelas, pemerintah Malaysia menargetkan lingkungan sekolah yang bebas dari asap rokok dan vape, demi kesehatan dan masa depan generasi muda.
***

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
