Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Agustus 2025 | 00.59 WIB

Berlin Ancam segera Akui Palestina Jika Tel Aviv Nekat Caplok Wilayah Tepi Barat

Ilustrasi Brandenburg Gate, salah satu landmark di kota Berlin. (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com)

JawaPos.com-Pendirian Jerman atas pengakuan terhadap Palestina sepertinya mulai goyah. Ancaman aneksasi Israel atas Tepi Barat membuat Jerman mengeluarkan ultimatum keras. Negeri yang beribu kota di Berlin itu kini membuka kemungkinan untuk mengakui negara Palestina tanpa menunggu tercapainya solusi dua negara yang selama ini jadi syarat utama.

Sinyal Jerman segera menyusul Prancis, Kanada, dan Inggris dalam rencana pengakuan atas Palestina ini disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Johann Wadephul pada Kamis (31/7), seperti dikutip dari Japantimes dan Reuters, Jumat (1/8). Wadephul menegaskan, Berlin akan memberikan respons terhadap apapun tindakan sepihak Israel. Sikap ini muncul menyusul adanya ancaman aneksasi dari sejumlah menteri Israel.

Pernyataan ini disampaikan olehnya jelang kunjungan dua hari ke Israel dan wilayah Palestina. Kunjungan ini disebut Berlin sebagai misi pencarian fakta, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kelaparan di Gaza.

Wadephul mengatakan, pemerintahnya tidak akan menyimpang dari tujuan solusi dua negara. Namun, dia mengisyaratkan bahwa pengakuan terhadap negara Palestina secara lebih cepat bukan hal mustahil. “Bagi Jerman, pengakuan negara Palestina merupakan akhir dari proses. Namun proses tersebut harus dimulai sekarang,” ungkapnya.

Pernyataan ini menandai peringatan paling tegas dari Jerman sejauh ini kepada Israel. Mengingat, Jerman selama ini kerap berdiri di sisi Israel lantaran memiliki aliansi yang erat secara tradisional dengan negara Yahudi tersebut.

Jerman, bersama Amerika Serikat (AS) selama ini diketahui sebagai salah satu sekutu terkuat Israel. Keduanya juga merupakan pemasok senjata terbesar Israel.

Tekanan terhadap Israel untuk segera menyelesaikan bencana di Gaza sudah digaungkan negara-negara Barat dalam beberapa pekan terakhir. Inggris, Kanada, dan Prancis bahkan telah menyatakan kesiapan mereka untuk mengakui negara Palestina di wilayah yang diduduki Israel dalam Sidang Umum PBB pada bulan September ini.

Kanselir Friedrich Merz pun menyuarakan hal yang sama pada Senin, usai rapat kabinet keamanan Jerman. Ia mendesak Israel untuk segera meringankan krisis kemanusiaan di Gaza. Merz menambahkan bahwa pemerintahnya sedang mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan yang mungkin diambil jika situasi tidak membaik, meskipun ia tidak merinci langkah-langkah tersebut.

Meskipun Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer telah mengatakan bulan ini bahwa pemerintah mereka dapat mengakui negara Palestina, Merz menegaskan bahwa pengakuan kedaulatan Palestina hanya dapat menjadi salah satu langkah terakhir menuju kesepakatan yang komprehensif.

“Karenanya, kunjungan dua hari Wadephul ke Israel dan Tepi Barat akan memainkan peran sentral dalam kemungkinan evaluasi ulang kebijakan Jerman di Timur Tengah,” jelas Merz.

Diplomat tertinggi Jerman tersebut rencananya akan bertemu dengan mitranya dari Israel, Gideon Sa'ar, pada hari Kamis. Kemudian, bertemu dengan Otoritas Palestina di Ramallah pada Jumat. Wadephul juga mungkin akan bertemu Netanyahu, kata seorang pejabat Jerman yang tidak ingin disebutkan namanya.

“Jerman yakin bahwa solusi dua negara yang dinegosiasikan tetap menjadi satu-satunya solusi berkelanjutan untuk konflik ini,” tambah Wadephul sebelum keberangkatannya ke Tel Aviv.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore