Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Juli 2025 | 18.22 WIB

Gempa Bumi Magnitudo 8,8 Guncang Rusia dan Jepang, Picu Tsunami Pasifik dan Peringatan Global hingga Hawaii dan AS

Suasana pantai di Shirahama, Prefektur Wakayama, Jepang barat, sesaat setelah gempa kuat melanda Semenanjung Kamchatka, Rusia (atas), dan setelah warga mengungsi menyusul peringatan tsunami. (CBS42)

JawaPos.com – Salah satu gempa bumi terkuat dalam sejarah modern mengguncang kawasan Pasifik Utara pada Rabu (30/7) pagi waktu setempBaca Juga: Penembakan Brutal di Midtown Manhattan: Empat Tewas, Termasuk Polisiat, memicu tsunami yang menjalar ke berbagai wilayah dan memunculkan peringatan darurat hingga ke Hawaii, Alaska, dan pesisir barat Amerika Utara. 

Episentrum gempa berkekuatan magnitudo 8,8 tersebut berada di wilayah timur jauh Rusia, tepatnya di semenanjung Kamchatka, dengan dampak yang menjalar hingga ke Jepang, Filipina, dan Selandia Baru.

Dilansir dari CBS42, Rabu (30/7), tsunami setinggi 40 sentimeter terdeteksi di Tokachi, di pantai selatan Pulau Hokkaido, Jepang. Sementara itu, kawasan Severo-Kurilsk di Kepulauan Kuril, Rusia, menjadi wilayah pertama yang terdampak gelombang tsunami. 

Gubernur setempat, Valery Limarenko, menyatakan seluruh warga telah dievakuasi ke dataran tinggi dan berada dalam kondisi aman. Meski terjadi kerusakan bangunan dan gangguan jaringan listrik serta komunikasi di kota Petropavlovsk-Kamchatsky yang berpenduduk sekitar 180.000 jiwa, tidak ada laporan korban luka serius.

Gempa terjadi pada pukul 08.25 waktu Jepang, dengan kedalaman 20,7 kilometer dan pusatnya terletak sekitar 119 kilometer tenggara dari kota Petropavlovsk-Kamchatsky. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebutkan bahwa gempa ini merupakan yang terkuat di wilayah tersebut sejak tahun 1952. Rentetan gempa susulan juga dilaporkan, termasuk satu yang mencapai magnitudo 6,9.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik memperingatkan bahwa tsunami dari gempa ini berpotensi menyebabkan kerusakan di seluruh garis pantai Hawaii. Sirene peringatan tsunami sempat berbunyi di Honolulu pada Selasa malam, dan penduduk diminta mengungsi ke dataran tinggi.

“Tindakan segera harus diambil untuk melindungi jiwa dan properti,” demikian peringatan resmi dari otoritas AS.

Negara bagian Oregon, Amerika Serikat, juga berada dalam status waspada tsunami bersama sebagian besar wilayah pesisir barat, termasuk California, Washington, dan British Columbia, Kanada. Otoritas Manajemen Darurat Oregon memperkirakan gelombang kecil setinggi 30 hingga 60 sentimeter akan mulai menghantam pesisir sekitar pukul 23.40 waktu setempat, dan memperingatkan publik untuk menjauh dari pantai, pelabuhan, dan marina.

Di sisi lain, Jepang melaporkan bahwa seluruh pembangkit listrik tenaga nuklir yang berada di pesisir Pasifik tidak menunjukkan adanya gangguan. Tokyo Electric Power Company Holdings, operator PLTN Fukushima Daiichi yang pernah terdampak tsunami besar pada 2011, menyatakan sekitar 4.000 pekerja telah dievakuasi ke area aman namun tetap melakukan pemantauan dari jarak jauh demi memastikan keselamatan fasilitas.

Peringatan serupa juga disampaikan oleh otoritas Filipina, yang meminta masyarakat di wilayah pesisir timur untuk menjauh dari pantai meskipun potensi gelombang diperkirakan kurang dari satu meter. Kepala Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina, Teresito Bacolcol, mengatakan bahwa gelombang tsunami kecil dapat berlangsung selama berjam-jam dan membahayakan mereka yang berada di perairan.

Sementara itu, Pemerintah Selandia Baru mengeluarkan imbauan nasional terhadap “arus kuat dan tidak biasa serta gelombang yang tidak dapat diprediksi” di seluruh garis pantai. Warga diminta menjauhi pantai, pelabuhan, dan daerah estuari hingga peringatan dicabut. Negara tersebut berada sekitar 9.600 kilometer dari pusat gempa.

Lembaga Geofisika Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menyatakan bahwa situasi saat ini masih berada dalam kendali, meski memperingatkan kemungkinan gempa susulan yang dapat berlangsung hingga satu bulan ke depan. Mereka juga menyarankan publik untuk menghindari kunjungan ke wilayah pesisir tertentu di Kamchatka dalam waktu dekat.

Gempa ini menjadi yang paling kuat secara global sejak gempa magnitudo 9,0 yang mengguncang timur laut Jepang pada Maret 2011 dan menyebabkan tsunami dahsyat serta bencana nuklir di Fukushima. Hanya segelintir gempa di dunia yang tercatat melebihi kekuatan 8,8, menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu kejadian geologis paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore