
Perawat merawat bayi baru lahir di pusat perawatan di CHA Ilsan Medical Center di Goyang, Korea Selatan (28/5). (Newsis)
JawaPos.com - Perempuan Korea Selatan menunjukkan kecenderungan terendah untuk memiliki anak, di antara negara-negara maju yang disurvei dalam studi yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dilansir dari Korea Times, hal tersebut menggarisbawahi krisis demografi negara Korea Selatan yang semakin memburuk, dan kesenjangan gender yang berkepanjangan atas sikap terhadap peran sebagai orang tua.
Menurut temuan awal, dari studi panel keluarga yang dilakukan oleh Korean Women Development Institute (KWDI) pada hari Rabu (16/7), perempuan Korea Selatan menilai kesediaan mereka untuk memiliki anak hanya 1,58 dari 5, yang terendah di antara delapan negara dan wilayah dengan data pembanding.
Angka-angka tersebut akan dipresentasikan pada forum kebijakan kesetaraan gender, yang diselenggarakan oleh lembaga tersebut pada hari Kamis (17/7).
Sebagai perbandingan, pria Korea Selatan mendapat skor yang jauh lebih tinggi, yakni 2,09, yang menandai kesenjangan gender terluas dalam niat memiliki anak di antara target survei, yang meliputi Jerman, Belanda, Denmark, Inggris, Norwegia, Austria, dan Hong Kong.
Studi ini merupakan bagian dari Survei Generasi dan Gender, sebuah proyek panel internasional yang dipimpin oleh Komisi Ekonomi PBB untuk Eropa, yang melacak perkembangan pola keluarga dan peran gender.
Meskipun keinginan pria Korea Selatan untuk memiliki anak hampir sama dengan rata-rata global, keinginan perempuan justru sangat berbeda.
Kesenjangan gender di Korea Selatan yang terukur sebesar 0,51 poin, jauh lebih lebar dibandingkan negara-negara seperti Jerman dengan 0,05 poin, Inggris 0,04 poin, dan Denmark -0,06 poin.
Ironisnya, masyarakat Korea Selatan menyatakan keyakinan yang lebih kuat terhadap pentingnya anak-anak dalam kehidupan, dibandingkan dengan teman-teman mereka.
Ketika ditanya apakah memiliki anak penting untuk kehidupan yang bahagia dan memuaskan, perempuan Korea Selatan menjawab dengan skor rata-rata 2,93, dan pria 3,08 yang tertinggi di antara semua negara yang disurvei.
Angka-angka ini, bahkan melampaui angka-angka di masyarakat tetangga yang berorientasi pada keluarga seperti Hong Kong, di mana kaum perempuan mendapat skor 1,73 dan pria 2,06, dan jauh melampaui negara-negara seperti Norwegia dan Belanda, di mana tingkat persetujuan rata-rata di bawah 2 poin.
Dikutip dari Korea Times, survei ini melibatkan 2.634 pria dan perempuan, yang berusia 19 hingga 59 tahun di seluruh Korea.
Tujuh puluh enam persen responden berpartisipasi dalam wawancara tatap muka, sementara sisanya mengikuti survei daring.
Survei ini merupakan langkah dasar, menuju survei panel keluarga komprehensif yang akan diluncurkan tahun depan, yang bertujuan untuk mengkaji pergeseran dalam struktur keluarga dan lintasan kehidupan.
"Pola pembentukan keluarga di masyarakat kita semakin beragam, tetapi tingkat kesuburan kita tetap yang terendah di dunia," kata Presiden KWDI, Kim Jong Sook.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
