Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Juli 2025 | 21.30 WIB

Tiongkok Bantah Kirim Rudal ke Iran saat Perang dengan Israel, Tapi Dugaan Pembayaran Pakai Minyak Muncul ke Permukaan

Eskalasi saling serang antara Iran dan Israel meningkatkan kekhawatiran pecahnya perang besar di Timur Tengah. (Reuters) - Image

Eskalasi saling serang antara Iran dan Israel meningkatkan kekhawatiran pecahnya perang besar di Timur Tengah. (Reuters)

JawaPos.com - Tiongkok kembali bikin geger jagat geopolitik. Setelah konflik berdarah antara Iran dan Israel reda, sebuah laporan mengklaim bahwa Tiongkok diam-diam mengirim sistem rudal ke Teheran. 

Tapi Beijing langsung bantah keras. Apa benar mereka bersih? Atau ada permainan di balik layar?

Tiongkok membantah keras tudingan bahwa mereka memasok sistem rudal permukaan-ke-udara ke Iran pasca-serangan Israel bulan lalu. 

Penolakan ini muncul setelah laporan dari Middle East Eye, mengutip sumber Arab yang disebut 'tahu betul urusan intelijen' menyebut bahwa perlengkapan pertahanan udara buatan Tiongkok dikirim ke Iran setelah kedua negara berseteru sepakat gencatan senjata.

Yang bikin heboh, laporan itu juga bilang bahwa Iran 'membayar' sistem rudal tersebut bukan dengan uang, melainkan dengan kiriman minyak. Tiongkok diketahui merupakan pembeli terbesar minyak Iran, dan skema barter semacam ini bukan hal baru dalam hubungan kedua negara yang punya musuh bersama: sanksi dari Barat.

Namun, Kedutaan Besar Tiongkok di Israel buru-buru menepis isu tersebut. Dalam wawancaranya dengan surat kabar Israel Hayom, pihak Tiongkok menegaskan bahwa mereka tidak pernah menjual senjata ke negara yang sedang terlibat konflik bersenjata. 

Mengutip SCMP, mereka juga mengklaim selalu menjaga ketat ekspor barang 'dual-use', alias bisa dipakai buat sipil atau militer.

“Tiongkok secara tegas menolak penyebaran senjata pemusnah massal dan sistem pengirimannya,” kata mereka, sambil menyebut telah meningkatkan pengawasan ekspor dengan ketat. Tapi ketika dimintai komentar lebih lanjut, Kementerian Pertahanan Tiongkok memilih bungkam.

Perlu diingat, konflik berdurasi 12 hari itu meletus setelah Israel menyerang fasilitas nuklir Iran serta tokoh militer dan ilmuwan mereka. Meski akhirnya gencatan senjata diteken lewat mediasi Qatar dan Amerika Serikat, perang itu meninggalkan kerusakan serius, khususnya bagi Iran.

Israel mengklaim telah menghancurkan lebih dari setengah dari sekitar 400 peluncur rudal Iran. Dari 2.000 hingga 2.500 rudal balistik yang dimiliki Iran sebelum konflik, sekitar 500 diluncurkan selama perang

Namun, Israel juga memperingatkan bahwa Iran sekarang sedang bersiap masuk fase produksi massal rudal, yang bisa mempercepat pembangunan arsenal mereka dalam beberapa tahun ke depan.

Tiongkok sendiri memang sempat mengutuk serangan Israel, menyebutnya sebagai tindakan provokatif dan menyatakan siap berperan 'secara konstruktif' dalam proses perdamaian. Tapi sejauh ini, negeri Tirai Bambu itu lebih memilih jalur diplomasi dibanding mengirim bantuan militer langsung.

Beberapa analis melihat ini sebagai bukti bahwa pengaruh Tiongkok di Timur Tengah masih terbatas. Bahkan ketika ditanya apakah Tiongkok bakal membantu Iran secara militer jika diminta, jubir Kementerian Pertahanan mereka menjawab diplomatis saja.

“Kami akan terus memainkan peran konstruktif demi stabilitas Timur Tengah," ungkapnya.

Meski begitu, relasi militer antara Tiongkok dan Iran bukan hal sepele. Bersama Rusia, mereka rutin menggelar latihan laut bersama, dengan yang terbaru berlangsung pada Maret lalu.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore