Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Juli 2025 | 21.47 WIB

Bromance Berakhir Tragis: Donald Trump Ngamuk ke Elon Musk dan Ancam Deportasi

Ilustrasi: Elon Musk dan Donald Trump. (USA Today) - Image

Ilustrasi: Elon Musk dan Donald Trump. (USA Today)

JawaPos.com - Hubungan mesra antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Elon Musk, orang terkaya di dunia, kini berubah jadi bara panas yang siap meledak kapan saja. 

Dua tokoh paling berpengaruh di planet ini, yang sebelumnya tampak tak terpisahkan,  kini saling mengancam dan bersiap perang terbuka, politik, bisnis, bahkan pribadi.

Awalnya, Elon Musk adalah pendukung terbesar Trump dalam Pilpres 2024 lalu  Tak hanya menyumbang dana jumbo, bos Tesla dan SpaceX itu bahkan mendapat jabatan khusus sebagai kepala Department of Government Efficiency (DOGE) setelah Trump kembali ke Gedung Putih awal tahun ini. 

Namun semuanya berubah ketika Elon Musk mulai mengkritik keras One Big Beautiful Bill, rancangan undang-undang andalan Trump yang penuh kontroversi.

Yang lebih mengejutkan, Elon Musk disebut-sebut tengah mempertimbangkan membentuk partai politik tandingan untuk menjegal politisi Partai Republik yang loyal terhadap Trump.

Trump, yang kini berusia 79 tahun, merespons dengan ancaman tajam saat menghadiri peresmian pusat detensi migran di Florida yang dijuluki “Alligator Alcatraz.”

"Kita harus lihat-lihat dulu," ujarnya saat ditanya soal kemungkinan mendeportasi Elon Musk, yang sudah jadi warga negara AS sejak 2002.

Tak berhenti di situ, Trump juga memberi sinyal akan memangkas subsidi dan kontrak besar-besaran untuk SpaceX dan layanan internet satelit Starlink milik Musk.

"Mungkin kita harus kirim DOGE ke Elon. DOGE itu monster yang bisa saja kembali dan memangsa Elon," kata Trump, mengutip badan pemerintah yang sempat dipimpin Musk sendiri.

Dan saat kembali berbicara di Florida, Trump menambahkan, “Dia seharusnya tidak main-main dengan saya.”

Musk pun tak tinggal diam. Lewat platform X miliknya, ia merespons komentar Trump soal deportasi dengan nada menggoda perang:

"Sangat tergoda untuk membalas. Sangat, sangat tergoda. Tapi untuk saat ini saya tahan diri," tulisnya pada Selasa lalu.

Efek dari drama politik ini langsung terasa di pasar. Saham Tesla anjlok sekitar lima persen tak lama setelah komentar Trump beredar luas.

Perseteruan ini memuncak setelah Trump menuding Musk kecewa karena One Big Beautiful Bill tak lagi menyertakan insentif untuk industri kendaraan listrik.

"Tanpa subsidi, Elon mungkin sudah tutup toko dan pulang ke Afrika Selatan," kata Trump lewat platform Truth Social.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore