Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Juni 2025 | 18.21 WIB

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Amerika Serikat Panik, Sebut Itu Langkah Menghancurkan Dunia dan Bunuh Diri

Ilustrasi Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak utama dunia. (Google Maps) - Image

Ilustrasi Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak utama dunia. (Google Maps)

JawaPos.com - Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru yang jauh lebih berbahaya. Iran secara terbuka mengancam akan menutup Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak dan gas paling strategis di dunia.

Langkah tersebut diambil sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serikat ke fasilitas nuklirnya di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Ancaman ini langsung menggetarkan jantung pemerintahan Washington. 

Ketakutan pun mulai merambat ke pasar energi global. Amerika Serikat panik!

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam wawancara eksklusif di program Face the Nation pada Minggu (22/6) kemarin menyebut rencana Iran tersebut sebagai langkah yang bisa "menghancurkan dunia dan diri mereka sendiri."

“Jika Iran benar-benar menutup Selat Hormuz, itu adalah tindakan bunuh diri. Langkah seperti itu akan memicu kemarahan global, bukan hanya dari kami, tetapi juga dari banyak negara kuat yang sangat bergantung pada jalur itu," ungkap Rubio.

Rubio secara khusus juga menyinggung Tiongkok, negara yang merupakan salah satu importir minyak terbesar dunia, sebagai pihak yang bakal paling terpukul.

“Kalau mereka menutupnya, negara pertama yang akan sangat marah adalah pemerintah Tiongkok, karena sebagian besar minyak mereka melewati selat itu,” kata Rubio. 

Ia menambahkan bahwa jika Iran menggunakan taktik menebar ranjau laut, yakni menempatkan bahan peledak di jalur pelayaran untuk merusak kapal, maka “dunia akan membayar harga yang sangat mahal.”

Rubio tak main-main soal dampaknya. Ia menegaskan bahwa konsekuensinya tak hanya akan dirasakan oleh Amerika, tetapi juga oleh seluruh planet. 

“Ini akan memengaruhi kami, ya. Tapi dampaknya jauh lebih besar untuk seluruh dunia. Dunia tidak akan tinggal diam. Jika itu terjadi, saya yakin dunia akan bersatu melawan Iran," ungkap Rubio.

Selat Hormuz, yang lebarnya hanya sekitar 39 kilometer di titik tersempit, setiap harinya menjadi jalur bagi hampir 21 juta barel minyak mentah, setara dengan 20% dari konsumsi minyak global. 

Selama puluhan tahun, selat ini menjadi titik vital dalam rantai pasokan energi internasional, dan menjadi pusat perhatian dalam setiap ketegangan di kawasan Teluk Persia.

Ancaman Iran muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik setelah serangan udara AS yang menghancurkan beberapa fasilitas nuklir penting di Iran. 

Meski pemerintah Iran belum secara resmi mengeluarkan perintah penutupan, parlemen Iran sebelumnya telah menyetujui rencana untuk mempertimbangkan langkah tersebut sebagai “tindakan sah untuk mempertahankan kedaulatan nasional.”

Langkah Iran ini membuat Amerika kian terpojok. Meski AS memiliki Armada ke-5 yang bermarkas di Bahrain, yang selama ini bertugas mengamankan kebebasan navigasi di kawasan, namun para analis militer menilai potensi konflik berskala besar tetap terbuka. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore