1.200 kasus infeksi yang resisten terhadap obat terjadi di Korea Selatan (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Incheon, Korea Selatan, telah melaporkan lebih dari 1.200 kasus carbapenem-resistant Enterobacteriaceae (CRE) yang dikonfirmasi tahun ini.
Hal ini memicu kekhawatiran atas bakteri yang telah mengembangkan resistansi terhadap antibiotik tertentu, kata sejumlah pejabat pada Kamis (22/5).
Meningkatnya prevalensi CRE, sekelompok kuman yang sulit diobati, menyoroti tantangan kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung.
Saat ini, para profesional medis masih berjibaku dengan semakin sedikitnya pilihan pengobatan yang efektif.
Menurut Pemerintah Metropolitan Incheon, jumlah kasus CRE meningkat pesat hingga mencapai 1.233 pada bulan-bulan pertama tahun 2025. Pada akhir tahun, angka tersebut diperkirakan akan jauh melampaui rekor sebelumnya di kota tersebut, yakni 3.649 pada tahun 2024.
Bakteri ini resisten terhadap antibiotik golongan karbapenem, yang dianggap sebagai pengobatan terakhir yang paling dapat diandalkan untuk infeksi bakteri. Karena alasan ini, infeksi CRE dapat sangat berisiko dan bahkan berakibat fatal. Jika tidak diobati, infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia dan infeksi aliran darah.
Untuk mengekang tren yang mengkhawatirkan ini, pejabat kota kini tengah mengembangkan sistem baru yang bekerja sama dengan 12 institusi medis di Incheon, yang mereka rencanakan untuk diterapkan pada bulan Juli.
Dikutip dari Korea Times, untuk mencari solusi yang efektif, pemerintah kota mengadakan forum tentang masalah tersebut bulan lalu dengan para ahli penyakit menular.
"Infeksi CRE menyebar di seluruh negeri, tidak hanya di Incheon," kata Shin Byung Chul, kepala divisi kesehatan kota.
"Kami akan mencegah penyebarannya dengan memperkuat pemantauan dan investigasi epidemiologi, berdasarkan strategi baru yang dapat mencerminkan karakteristik lembaga medis di kota tersebut," lanjutnya.
Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, awal tahun ini, jumlah kasus infeksi CRE di seluruh negeri mencapai 42.827 pada tahun 2024, meningkat dari 38.405 pada tahun sebelumnya. Dari orang yang terinfeksi pada tahun 2023, 661 orang meninggal.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
