Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Mei 2025 | 04.29 WIB

Pemerintah Inggris Tangguhkan Diskusi Perdagangan Bebas dengan Israel Akibat Genosida di Gaza 

Foto pemboman yang terjadi di Gaza (Doc. Instagram/ @mahmoud__abusalama) - Image

Foto pemboman yang terjadi di Gaza (Doc. Instagram/ @mahmoud__abusalama)

JawaPos.com - Pemerintah Inggris diketahui akan menunda diskusi perdagangan bebas dengan Israel akibat insiden yang telah terjadi di Gaza.

Pasalnya diketahui, Israel sampai saat ini masih memberikan serangan terhadap Gaza dengan melakukan pemboman yang menyebabkan ratusan warga tewas serta mengakibatkan kelaparan ekstrem. 

Dilansir dari Al Jazeera, Selasa (20/5), Menteri Luar Negeri, David Lammy menjelaskan bahwa Inggris melayangkan sanksi tambahan kepada Israel akibat perbuatannya yang menduduki pos pemukiman ilegal di West Bank. 

Selain itu, dijelaskan juga bahwa duta besar Israel untuk Inggris, Tzipi Hotovely telah dipanggil untuk menghadap di Kantor Luar Negeri. 

Menurut keterangan Kaja Kallas sebagai Wakil Presiden Komisi Eropa, peristiwa ini berlangsung saat Uni Eropa memutuskan untuk meninjau ulang kesepakatan kerja dengan Israel pada hari Selasa. 

Adapun tindakan ini dilakukan tepat sehari setelah Inggris, Prancis, dan Kanada telah sepakat untuk mengutuk perbuatan biadab Israel terhadap genosida di Gaza dan serangan di West Bank.  

Sedangkan dikutip dari The Guardian, David Lammy telah menyatakan bahwa kebijakan Israel untuk mengusir warga Gaza dari tanahnya adalah perilaku menjijikan, mengerikan dan ekstremis. 

Menurutnya, sikap Israel yang tidak mengizinkan bala bantuan masuk ke Gaza adalah ‘penghinaan terhadap nilai-nilai rakyat Inggris’ serta ‘tidak sesuai dengan nilai dasar bilateral yang dianut oleh Inggris dan Israel’.  

Di sisi lain, Oren Marmorstein,  Menteri Luar Negeri Israel menganggap bahwa penangguhan diskusi perdagangan bebas ini menunjukkan bahwa pemerintah Inggris menerapkan gerakan anti-Israel. 

Marmorstein menjelaskan bahwa penangguhan ini dapat berdampak juga untuk ekonomi Inggris apabila itu merupakan keputusan politik dalam negeri pemerintahan Inggris.  

Sebaliknya, David Lammy tetap dalam pendiriannya bahwa apa yang dilakukan oleh Israel tidak dapat dibenarkan sama sekali meskipun dengan dalih menyelamatkan tawanan. 

“Warga sipil di Gaza telah mengalami kelaparan, kehilangan tempat tinggal, trauma, dan putus asa. Mereka ingin peperangan ini segera berakhir” ungkap Lammy 

“Namun kini mereka harus menghadapi pemboman baru, pengungsian baru, serta penderitaan baru” tambahnya. 

Hingga kini, truk berisi bala bantuan masih tertahan di perbatasan Gaza dan korban masih terus berjatuhan.

*** 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore