Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 03.30 WIB

Usai Ramai Jadi Sorotan, Microsoft Klaim Tidak Ada Bukti Bahwa Teknologinya Menyakiti Warga Gaza 

Foto seorang aktivis protes terkait Microsoft yang memberi dukungan terhadap genosida (trt.global/publik domain) - Image

Foto seorang aktivis protes terkait Microsoft yang memberi dukungan terhadap genosida (trt.global/publik domain)

JawaPos.com - Pasca munculnya protes bertubi-tubi dari karyawan dan masyarakat, Microsoft akhirnya buka suara terkait teknologinya yang diduga mendukung militer Israel dalam melakukan genosida di Gaza, Palestina. 

Dilansir dari laman resmi Islamtoday, benar adanya bahwa Microsoft telah menjual teknologi berupa kecerdasan buatan (AI) serta komputasi awan bernama platform Azure kepada militer Israel.  

The Associated Press menjelaskan bahwa Azure digunakan untuk menyalin, menerjemahkan, serta memroses intelijen yang selanjutnya akan diperiksa dengan sistem penargetan oleh teknologi berbasis AI milik Israel. 

Di sisi lain, kelompok Hak Asasi Manusia mengungkapkan kekhawatirannya dengan penggunaan teknologi tersebut. Pasalnya, penggunaan AI tentu saja memiliki cacat dan memungkinkan adanya kesalahan yang menyebabkan terbunuhnya ribuan orang yang tidak bersalah.

Sedangkan dikutip dari Al Jazeera, pihak Microsoft klaim bahwa pihaknya tidak menemukan bukti bahwa teknologinya digunakan militer Israel untuk melukai warga sipil di Gaza

Microsoft sendiri telah melakukan proses peninjauan yang dilakukan secara eksternal dan internal. Peninjauan ini berlangsung dengan mewawancarai karyawan serta tinjauan dokumen internal.

“Kami menanggapi kekhawatiran ini dengan serius” ungkap Microsoft dari laman blog yang diunggahnya. 

Dijelaskan juga bahwa Microsoft telah lama menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertahanan Israel (IMOD) secara terstruktur berupa hubungan komersial standar. Hubungan keduanya seperti pelanggan pada umumnya yang memiliki ketentuan layanan dan penggunaan di antaranya Kode Etik AI. 

Telah ditegaskan bahwa penggunaan kecerdasan buatan harus disertakan dengan pengawasan manusia dan larangan untuk membahayakan individu atau organisasi lain. 

“Kami tidak memiliki visibilitas yang cukup tentang bagaimana pelanggan menggunakan perangkat lunak kami di server mereka sendiri atau perangkat lain” ungkap Microsoft yang dikutip dari laman The Verge.  

Walaupun demikian, Microsoft telah memiliki keyakinan bahwa pengguna perangkatnya telah mengikuti prinsip secara matang dan berhati-hati untuk menyelamatkan tawanan dan menghargai hak warga sipil di Gaza

*** 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore