
Asap putih terlihat mengepul dari cerobong Kapel Sistina, pertanda terpilihnya Paus baru. (Vatikan News)
JawaPos.com - Gereja Katolik Roma resmi memilih pemimpin barunya setelah melalui proses konklaf selama dua hari. Pada pukul 18:08 waktu setempat atau 23:08 WIB, asap putih terlihat mengepul dari cerobong Kapel Sistina, menandakan bahwa para kardinal telah mencapai kata sepakat dalam pemilihan Paus ke-267.
Ribuan umat yang telah menunggu di Lapangan Santo Petrus sejak pagi langsung bersorak saat asap putih membubung, simbol tradisional yang menandakan terpilihnya seorang Paus baru. Belum lama setelah asap putih muncul, lonceng Basilika Santo Petrus berdentang nyaring, mempertegas kabar bahwa pemimpin baru Gereja Katolik Roma telah ditentukan.
Sesuai dengan tradisi, nama Paus baru akan diumumkan oleh Kardinal Protodiakon Dominique Mamberti dari balkon tengah Basilika Santo Petrus melalui deklarasi "Habemus Papam". Momen ini biasanya diikuti dengan kemunculan perdana Paus baru untuk memberikan berkat apostolik pertamanya kepada umat yang berkumpul.
Proses pemilihan ini berlangsung secara tertutup dalam konklaf yang dihadiri oleh 133 kardinal dari berbagai negara. Pemungutan suara dilakukan di bawah pengamanan ketat dan teknologi anti-interferensi di Kapel Sistina untuk menjaga kerahasiaan setiap keputusan.
Empat kali putaran suara digelar sebelum akhirnya kesepakatan tercapai. Paus baru terpilih setelah menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025, meninggalkan kekosongan kursi kepemimpinan di Tahta Suci Vatikan. Hingga saat ini, nama dan gelar resmi Paus baru belum diumumkan secara publik.
Sejumlah nama kandidat yang sebelumnya disebut-sebut memiliki peluang besar termasuk Kardinal Pietro Parolin dari Italia dan Kardinal Luis Antonio Tagle dari Filipina. Kendati demikian, hasil akhir baru akan diketahui setelah pengumuman resmi di balkon Basilika Santo Petrus oleh Kardinal Protodiakon.
Proses konklaf dimulai pada 7 Mei 2025 dengan Misa Pro Eligendo Romano Pontifice di Basilika Santo Petrus. Para kardinal kemudian memasuki Kapel Sistina dalam prosesi khidmat, diiringi doa dan kidung pujian.
Pemungutan suara pertama digelar pada sore harinya, namun belum menghasilkan kesepakatan, ditandai dengan asap hitam yang mengepul dari cerobong kapel. Keesokan harinya, pemungutan suara dilanjutkan dengan tiga kali putaran. Asap hitam kembali terlihat pada pagi dan siang hari, mengisyaratkan belum tercapainya konsensus.
Baru pada sore hari, suara para kardinal bulat memilih Paus baru, yang kemudian disimbolkan dengan asap putih dari cerobong Kapel Sistina. Keputusan itu disambut meriah oleh umat Katolik yang memadati Lapangan Santo Petrus, menanti sosok baru yang akan memimpin Gereja Katolik Roma ke depan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
