
Foto Paus Fransiskus. (Depositphoto)
JawaPos.com - Dalam sejarah Gereja Katolik modern, dua nama besar meninggalkan jejak mendalam: Paus Benediktus XVI dan Paus Fransiskus. Meskipun berbeda gaya kepemimpinan, keduanya memperlihatkan wajah Gereja yang kaya akan iman, tradisi, sekaligus semangat pembaruan.
Paus Benediktus XVI: Penjaga Tradisi Gereja
Joseph Ratzinger yang menjadi Paus Benediktus XVI dikenal sebagai teolog ulung. Dia terpilih sebagai paus pada 19 April 2005 membawa Gereja dalam semangat menjaga kemurnian doktrin di tengah tantangan dunia modern. Melalui karya-karyanya, seperti Introduction to Christianity dan kontribusi besar dalam penyusunan Katekismus Gereja Katolik, Benediktus menegaskan pentingnya iman yang berakar kuat pada ajaran.
Namun, pada 11 Februari 2013, dunia dikejutkan ketika Benediktus XVI mengumumkan pengunduran dirinya. Dengan rendah hati, ia mengakui bahwa kondisi fisiknya tidak lagi memungkinkan untuk memimpin Gereja. Setelah mengundurkan diri pada 28 Februari 2013, ia menyandang gelar Paus Emeritus hingga wafat pada 31 Desember 2022 di usia 95 tahun.
Paus Fransiskus: Gembala yang Merangkul Dunia
Pengunduran diri Benediktus membuka jalan bagi Jorge Mario Bergoglio, Uskup Agung Buenos Aires, untuk terpilih sebagai Paus pada 13 Maret 2013. Memilih nama Fransiskus — terinspirasi dari Santo Fransiskus dari Assisi — ia menandai era baru dalam Gereja: era kesederhanaan, keterbukaan, dan belas kasih.
Paus Fransiskus menjadi paus pertama dari Amerika Latin dan dari Ordo Jesuit. Kepemimpinannya dikenal mengutamakan reformasi, dialog antaragama, perhatian pada kaum miskin, migran, lingkungan hidup, dan inklusivitas di tengah tantangan zaman.
Di tengah berbagai perjuangan, termasuk masalah kesehatan serius, Paus Fransiskus tetap setia pada tugasnya hingga akhir hayat. Pada 21 April 2025, sehari setelah Minggu Paskah, Paus Fransiskus wafat di usia 88 tahun akibat komplikasi pernapasan. Berita duka ini mengguncang dunia Katolik, menandai akhir dari sebuah babak bersejarah dalam perjalanan Gereja.
Dua Gaya, Satu Iman
Paus Benediktus XVI dan Paus Fransiskus mungkin memiliki pendekatan yang berbeda — satu dikenal dengan keteguhan doktrinal, yang lain dengan kedekatan pastoral — tetapi keduanya berakar pada misi yang sama: mempersembahkan Gereja kepada Kristus dan melayani umat di seluruh dunia.
Kehadiran mereka, dalam masa hidup yang saling bersinggungan, memberikan gambaran bahwa Gereja Katolik tetap satu, kudus, dan apostolik, meskipun melalui berbagai dinamika zaman. Kini, setelah keduanya berpulang, warisan iman dan pelayanan mereka menjadi cahaya bagi generasi mendatang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
