
Sigmund Freud. (History-Biography)
JawaPos.com - Sigmund Freud merupakan salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam pengembangan psikologi modern.
Lahir di Austria pada 1856, Freud telah menciptakan teori psikoanalisis dan teori-teori miliknya telah mengubah cara kita dalam memahami pikiran, perilaku, dan dinamika manusia.
Semasa hidupnya, Sigmund Freud telah menulis cukup banyak buku dan salah satunya adalah ‘The Interpretation of Dreams’ yang sampai saat ini masih banyak dirujuk oleh para psikolog.
Merujuk pada ScienceDirect, teori psikoanalisis Sigmund Freud terdiri dalam tiga aspek: Id, Ego dan Superego. Berikut dibawah ini adalah hal-hal apa saja yang dibahasnya.
1.Id
Id merupakan bagian dari kepribadian yang dapat beroprerasi berdasarkan kesenangan (pleasure principle). Hal ini menjadi suatu dorongan dasar yang telah ada sejak lahir dan fokus pada insting kebutuhan seperti makan dan minum. Id hanya menginginkan pemuasan instan tanpa memandang realitas dan moralitas.
2.Ego
Ego dijelaskan dapat beroperasi berdasarkan prinsip realitas (reality principle). Ego berperan untuk mengatur dan menyeimbangkan antara kebutuhan id dengan realitas. Maka dari itu, ego bekerja dengan cara yang lebih realistis dan sosial dengan dunia luar untuk memuaskan kebutuhan id tanpa melanggar moralitas dan realitas.
3.Superego
Superego berfungsi sebagai penjaga antara moralitas dengan norma sosial. Superego akan mengarahkan individu untuk bertindak sesuai dengan standar moral yang sebelumnya telah ditetapkan. Sehingga, ini menjadi bagian dari kepribadian yang mengintepretasi nilai-nilai dan aturan yang telah diajarkan dan ditetapkan oleh masyarakat.
Ketiga komponen tersebut diatas diyakini dapat mempengaruhi perilaku seseorang secara dinamis. Adanya ketidaksesuaian antara id, ego dan superego dalam suatu individu dapat menyebabkan konflik internal yang bertimbul pada kecemasan seseorang.
Selain itu, Sigmund Freud juga berkontribusi besar terhadap konsep teori ketidaksadaran yang diterapkan dalam ilmu psikologi. Ketidaksadaran tersebut dibagi menjadi dua jenis:
Ketidaksadaran Represi: Berisi pikiran dan perasaan yang tertekan karena dianggap tidak dapat diterima atau bertentangan dengan moralitas dan realitas. Pikiran ini mencakup ketakutan, rasa malu dan trauma.
Ketidaksadaran Primitif: berisi naluri atau dorongan-dorongan yang datang dari id. Hal ini seringkali berhubungan dengan hasrat kepuasan.
Teori Freud meyakinkan kita dalam memahami perilaku manusia bahwa kita harus menggali isi pikiran seseorang dari ketidaksadaran nya. Freud menggunakan teknik asosiasi bebas dengan meminta pasien untuk berbicara tentang apapun itu yang muncul di benaknya agar isi pikirannya dapat terungkap.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
