JawaPos.com - Insiden kebakaran terjadi di sebuah hotel di Bucheon, provinsi Gyeonggi, Korea Selatan yang mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan dua belas orang lainnya luka-luka.
Menurut otoritas pemadam kebakaran dan polisi, kebakaran dimulai sekitar pukul 19.39 pada tanggal 22 Agustus 2024 di sebuah kamar tamu di lantai delapan.
Para korban berusia antara umur 20 sampai 50 tahun, terdiri dari empat pria dan tiga perempuan, seperti yang dikutip dari Allkpop.
Awalnya, ada laporan bahwa seorang warga negara asing termasuk di antara korban yang tewas, tetapi pemerintah Bucheon kemudian mengkonfirmasi bahwa semua korban adalah warga negara Korea Selatan.
Diakibatkan peristiwa tersebut, dua belas orang terluka, tiga diantaranya mengalami luka serius.
Mereka langsung dibawa ke rumah sakit oleh petugas tanggap darurat, dan luka-luka mereka dikategorikan tidak parah hingga mengancam jiwa.
Sebagian besar korban adalah tamu yang menginap di lantai delapan dan sembilan, di dekat kamar 810 dimana kebakaran diyakini terjadi.
Dua tamu hotel melompat dari lantai delapan ke kasur udara penyelamat kebakaran yang sudah disediakan di luar, namun sayangnya mereka meninggal dunia.
Seorang perempuan lainnya, ditemukan dalam keadaan serangan jantung di tangga lantai delapan. Dia dibawa ke rumah sakit namun tidak selamat.
Dalam sebuah konferensi pers, Lee Sang Don sebagai kepala Departemen Pencegahan Kebakaran Bucheon, menjelaskan bahwa sebagian besar korban ditemukan di dalam ruangan, tangga darurat dan lorong di lantai depan serta sembilan.
Dia juga menyebutkan, bahwa dua orang yang melompat ke kasur udara tersebut telah dipastikan meninggal dunia.
Awalnya, kasur udara tersebut dipasang dengan benar, tetapi tampaknya terbalik setelah mereka melompat.
Diketahui bahwa sebelum kebakaran, seorang tamu memasuki kamar 810, mencium bau sesuatu yang terbakar, dan meminta pihak hotel untuk pindah kamar.
Kamar tersebut dalam keadaan kosong ketika kebakaran terjadi. Meskipun api tidak menyebar ke seluruh hotel, gedung dengan cepat dipenuhi dengan asap hitam pekat, yang menyebabkan banyak korban jiwa akibat asap beracun.
Lee menambahkan bahwa ketika petugas pemadam kebakaran pertama tiba, hotel tersebut sudah dipenuhi dengan asap, yang juga terlihat mengepul keluar dari jendela.
Hotel yang dibangun pada tahun 2003 ini, tidak memiliki alat penyiram yang dipasang di kamar.
Alat penyiram telah diwajibkan pada bangunan yang baru dibangun, di atas enam lantai sejak perubahan undang-undang pada tahun 2017, sedangkan bangunan tersebut lebih tua dan hanya menyediakan beberapa fasilitas medis.
Bangunan tua tidak diwajibkan untuk memasang alat pemadam secara retroaktif. Hal ini membuat gedung-gedung tua sangat rentan terhadap kebakaran.
Hotel berlantai sembilan ini memiliki 64 kamar, dan 27 tamu menginap disana pada hari terjadinya kebakaran.
Pemadam kebakaran mengeluarkan tanggap darurat level satu, tiga menit setelah menerima laporan kebakaran, dan meningkat ke level dua, delapan belas menit kemudian, dengan mengerahkan petugas pemadam kebakaran dan peralatan tambahan dari stasiun terdekat.
Secara keseluruhan, sekitar 70 kendaraan termasuk truk pemadam kebakaran, dan 160 petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian.
Sekitar 90 petugas polisi dan 60 pejabat kota Bucheon, membantu upaya penyelamatan dan mengendalikan area tersebut.
Api berhasil dipadamkan pada pukul 22.26 waktu setempat, hampir tiga jam setelah kebakaran terjadi, dan tanggap darurat dicabut sembilan menit kemudian.
Kim In Jae kepala departemen kesehatan kota Bucheon, menyatakan bahwa para korban luka dibawa ke enam rumah sakit yang berbeda, termasuk rumah sakit Universitas Soonchunhyang Bucheon.
Dia juga menyebutkan bahwa korban mungkin akan dipindahkan ke rumah sakit lain, setelah berdiskusi dengan keluarga mereka.
***