Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Mei 2024 | 00.12 WIB

Dua Staf Bulan Sabit Palestina Gugur Saat Ambulansnya Diserang

Sebanyak 14 ambulans yang disediakan Pusat Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief) telah memasuki Jalur Gaza, Jumat (1/12/2023). ANTARA/HO-KSRelief/am.

JawaPos.com - Dua staf medis Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) gugur akibat serangan militer Israel terhadap ambulans yang mereka tumpangi di Rafah barat, Jalur Gaza selatan, menurut organisasi tersebut, dikutip dari ANTARA.

“Paramedis PRCS yakni Haitham Tubasi dan Suhail Hassouna gugur akibat pemboman langsung yang dilakukan pendudukan Israel terhadap ambulan Bulan Sabit Merah Palestina di daerah Tal Sultan, sebelah barat #Rafah, saat menjalani tugas kemanusiaan,” tulis PRCS di platform X pada Rabu (29/5) kemarin.

Pasukan Israel pada Minggu menyerang kamp pengungsi di barat laut Kota Rafah. Menurut dinas pertahanan sipil Palestina, sedikitnya 40 orang tewas dan puluhan orang lainnya terluka.

Baca Juga: Kenali 7 Fakta mengejutkan Neanderthal, Kembaran dari Homo Sapiens

Keesokan harinya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan udara terhadap kamp pengungsi Rafah sebagai “kecelakaan tragis”, menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim telah menggunakan "amunisi yang tepat" dalam melancarkan aksinya.

Israel mengirim pasukannya ke Kota Rafah pada 7 Mei, tujuh bulan setelah kelompok perjuangan Palestina, Hamas meluncurkan serangan di wilayah Israel yang memicu eskalasi konflik terparah di Jalur Gaza dalam beberapa dekade.

Baca Juga: Ada Unsur Kekerasan Seksual, Muhammadiyah Minta Buku Panduan Penggunaan Sastra Ditarik

Kabinet perang Israel lantas bersumpah akan memperluas operasi militer ke Kota Rafah sampai tujuan mereka untuk melenyapkan semua petempur Hamas tercapai.

Menurut perkiraan PBB, lebih dari 945.000 orang mengungsi dari Rafah sejak Israel menggempur kota tersebut pada 6 Mei.

Pada 7 Oktober 2023 Hamas meluncurkan serangan roket besar-besaran terhadap Israel dan menerobos perbatasan serta menyerang lingkungan sipil dan pangkalan militer. Akibatnya, hampir 1.200 warga Israel tewas dan sekitar 240 orang lainnya diculik dalam serangan tersebut.

Baca Juga: Indonesia Satu Grup dengan Timor Leste, Kamboja dan Filipina di Piala AFF U-19 2024

Israel kemudian melakukan serangan balasan dan memerintahkan pengepungan total terhadap Gaza dan memulai serangan darat di Gaza untuk melenyapkan petempur Hamas dan menyelamatkan para sandera.

Hingga kini lebih dari 36.100 orang terbunuh dalam serangan Israel di Jalur Gaza, menurut otoritas setempat. Sementara itu, lebih dari 100 sandera diyakini masih ditahan Hamas di Gaza.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore