Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Mei 2024 | 20.27 WIB

Serikat Pekerja Samsung Electronics Dikritik Usai Mengundang Beberapa Artis untuk Mengikuti Aksi Unjuk Rasa

Serikat pekerja Samsung melakukan aksi demo./Yonhap - Image

Serikat pekerja Samsung melakukan aksi demo./Yonhap

JawaPos.com - Para pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja di Samsung Electronics Korea Selatan, telah menuai reaksi keras dari para investor dan rekan-rekan mereka karena aksi unjuk rasa yang mereka adakan pada hari Jumat (24/5) lalu.

 
Menurut para pejabat industri pada hari Minggu (26/5), aksi unjuk rasa yang dilakukan Samsung Electronics dihadiri oleh beberapa selebritas.
 
Kemudian berdasarkan Nationwide Samsung Electronics Union (NSEU), serikat pekerja terbesar di antara berbagai serikat pekerja raksasa teknologi ini, mengundang DJ NewJeansNim. 
 
Diketahui, DJ NewJeansNim merupakan seorang komedian yang berpakaian seperti biksu Budha.
 
Tak hanya itu saja, mereka juga mengundang penyanyi Ailee dan grup musik rock YB untuk hadir mengikuti unjuk rasa di depan gedung kantor perusahaan di Distrik Gangnam, Seoul. 
 
Dalam unjuk rasa tersebut, NSEU menyerukan untuk Samsung Electronics memberikan lebih banyak hari libur dan kenaikan gaji.
 
Hal ini terjadi, beberapa jam setelah Reuters melaporkan bahwa Samsung Electronics gagal melewati uji coba chip memori bandwidth tinggi Nvidia. 
 
 
Meskipun perusahaan asal Korea Selatan ini segera membantah laporan berita tersebut, harga sahamnya anjlok 3,07 persen pada sesi perdagangan hari Jumat.
 
Pemegang saham minoritas Samsung Electronics, mengkritik serikat pekerja karena mengambil tindakan kolektif di tengah situasi kritis perusahaan.
 
"Para pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja seharusnya malu pada diri mereka sendiri, karena mereka telah dibayar jauh lebih baik daripada karyawan di TSMC dan produsen chip lainnya," jelas salah satu pemegang saham minoritas menulis secara daring.
 
Beberapa karyawan Samsung Electronics, juga mengeluhkan penggunaan biaya keanggotaan serikat pekerja mereka digunakan untuk membayar beberapa artis tersebut.
 
"Perusahaan (Samsung), bahkan dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk mengurangi tenaga kerjanya." 
 
"Jadi pesta dengan para artis ini, akan membuat publik menganggap kami sebagai 'serikat aristokrat (pemerintahan dimana kekuasaan berada di tangan kelompok kecil)'," tulis salah satu karyawan perusahaan di Blind, aplikasi chatting anonim untuk karyawan yang sudah terverifikasi di Korea Selatan.
 
Samsung Electronics mengalami kerugian operasional sebesar 15 triliun won, atau sekitar Rp 176 triliun dari bisnis semi konduktornya.
 
 
Dalam upaya nyata untuk mengatasi krisis, perusahaan ini mengganti kepala bisnis semikonduktor.
 
Samsung juga baru-baru ini, meminta para eksekutifnya untuk bekerja enam hari dalam seminggu. 
 
Serta memerintahkan para eksekutif divisi bisnis jaringan, untuk terbang dengan pesawat ekonomi selama perjalanan bisnis mereka.
 
Namun, NSEU telah menyerukan kenaikan upah sebesar 6 persen dan tambahan satu hari cuti berbayar. 
 
Pada bulan Maret 2024, dewan manajemen tenaga kerja Samsung Electronics memutuskan untuk menaikkan gaji tahun ini sebesar 5,1 persen, hampir dua kali lipat dari inflasi harga konsumen.
 
"Kami hanya meminta kompensasi yang adil untuk tenaga kerja kami," kata ketua NSEU seperti yang dikutip dari The Korea Times.
 
Spekulasi lain berkembang, bahwa NSEU mungkin mencoba untuk beralih ke Konfederasi Serikat Buruh Korea (KCTU) dari Federasi Serikat Buruh Korea (FKTU). 
 
Karena 200 anggota KCTU diundang ke rapat umum pada hari Jumat dan KCTU dianggap lebih militan serta politis daripada FKTU.
 
"Bagi kami untuk bertarung dengan Samsung, masuk akal bagi kami untuk berkolaborasi dengan organisasi yang kuat," kata NSEU pada hari Senin (20/5) saat melakukan streaming melalui YouTube.
 
Namun demikian, serikat pekerja tetap berhati-hati untuk melakukan pemogokan yang pertama kalinya di perusahaan tersebut.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore