
Gambar relawan yang menerima senjata di Ukraina pada hari-hari awal perang (nytimes.com)
JawaPos.com - Sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran terhadap Ukraina, berkali-kali pula pihak Ukraina mengalami hambatan.
Hambatan tersebut, seperti berperang dengan bom molotov dan senjata yang dibagikan kepada masyarakat, mengatasi pemadaman listrik, hingga melarikan diri dari pengungsian.
Tetapi, hambatan Ukraina tersebut selalu mendapat bantuan dari Amerika Serikat, bahkan bantuan yang diberikan lebih banyak.
Menurut para analis dan pemimpin di Kyiv Ukraina, dukungan Amerika tersebut sangat penting dan memberikan sekitar setengah dari bantuan militer asing untuk persenjataan Ukraina, yang bernilai sekitar 47 miliar dolar.
Dilansir dari nytimes.com, Kamis (8/2), pada minggu ini, para pemimpin di Kyiv telah menunggu dengan cemas untuk melihat apakah bantuan tersebut akan berakhir atau tidak.
Hal tersebut dikarenakan kebuntuan antara anggota parlemen di Kongres Amerika Serikat yang mengancam akan mengakhiri bantuan kepada Ukraina yang melakukan peperangan melawan Rusia.
Sebuah langkah yang memungkinkan senjata Amerika mengalir ke Ukraina, Israel, dan Taiwan.
Hal tersebut mendanai keamanan perbatasan yang dikalahkan dalam pemungutan suara Senat pada hari Rabu (7/2) di tengah meningkatnya oposisi Partai Republik dan perpecahan di Capitol Hill.
Setelah pemungutan suara, pemimpin mayoritas Senat, Chuck Schumer, mengatakan bahwa akan mencoba jalan alternatif untuk mendorong pemungutan suara mengenai bantuan militer asing tanpa langkah-langkah yang lebih kontroversial.
Menurut para analis, tentara Ukraina tidak akan kewalahan secara tiba-tiba, namun kemunduran pasukan Ukraina tidak dapat dihindari.
Negara-negara Eropa kekurangan persediaan senjata dan amunisi dan kecil kemungkinan untuk mengisi kesenjangan tersebut, kata para analis militer.
Michael Kofman selaku pakar Rusia di Carnegie Endowment for International Peace di Washington, menyatakan bahwa Ukraina dapat bertahan secara efektif selama beberapa tahun ini tanpa lebih banyak bantuan militer Amerika
“Tetapi seiring berjalannya waktu, tidak akan ada prospek untuk membangun kembali militer dan mereka akan mulai kalah secara perlahan” ujar Michael Kofman.
Militer Rusia diperkuat dengan persenjataan dari Iran dan Korea Utara, sehingga dapat melancarkan serangan hingga ke kota-kota dan desa-desa di hampir seluruh garis depan di timur.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
