
Pertemuan Benjamin Netanyahu (kanan) dengan Antony Blinken, menteri luar negeri AS. (The Telegraph)
JawaPos.com - Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, menolak dan mengatakan bahwa kesepakatan yang diusulkan akan membuat Israel rentan terhadap serangan.
Dilansir dari nytimes.com, kamis (8/2), PM Israel tersebut telah menghilangkan harapan, bahwa gencatan senjata di Jalur Gaza akan segera tercapai.
Pada hari Rabu (7/2) tolakan terhadap proposal Hamas berlangsung dan pihak Israel mengatakan bahwa Israel telah mengarahkan pasukannya untuk bersiap beroperasi di kota Gaza yang telah menjadi tempat perlindungan bagi lebih dari satu juta warga Palestina.
“Menyerah pada tuntutan menggelikan Hamas, yang baru saja kita dengar, tidak akan mengarah pada pembebasan para sandera, dan itu hanya akan mengundang pembantaian lagi,” ujar Benjamin Netanyahu pada konferensi pers di Yerusalem.
Pernyataan tersebut sampaikan Benjamin Netanyahu, setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Antony J. Blinken, yang berada pada hari ketiga tur Timur Tengah.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk melanjutkan negosiasi guna menghentikan perang dan meredakan ketegangan regional, yang telah meningkat sejak serangan pimpinan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Baca Juga: Israel Ngotot Ingin Menang dari Palestina, Perang Gaza akan Dilanjutkan atas Perintah Netanyahu
Benjamin Netanyahu juga mengatakan bahwa Israel telah mengarahkan pasukannya untuk bersiap maju ke Rafah, yang terletak di perbatasan Gaza dengan Mesir.
Kabar bahwa Israel sedang mempersiapkan kemungkinan perluasan operasinya muncul ketika para pejabat Amerika mengatakan mereka telah membunuh seorang pemimpin senior milisi yang berbasis di Irak.
Orang tersebut merupakan seorang pemimpin, yang bertanggung jawab dan disalahkan atas serangan terhadap personel militer Amerika.
Pentagon juga mengatakan bahwa, serangan di Irak telah menewaskan seorang komandan Kata'ib Hizbullah, milisi yang mereka katakan bertanggung jawab atas serangan pesawat tak berawak di Yordania bulan lalu.
Serangan pesawat tak berawak di Yordania tersebut telah menewaskan tiga anggota militer Amerika Serikat dan melukai lebih dari 40 orang.
Para mediator Qatar awalnya menyatakan optimismenya ketika Hamas mengajukan proposal kepada mereka dan pejabat Mesir pada Selasa (6/2) malam, tepat ketika Antony J. Blinken tiba di Doha.
“Berdasarkan apa yang mereka sampaikan kepada kami? Dari apa yang kami lihat sejauh ini, anda juga pasti akan mengatakan tidak” jawaban Benjamin Netanyahu ketika ditanya secara spesifik apakah Israel telah secara resmi menolak kerangka tersebut.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
