Benjamin Netanyahu selaku Perdana Menteri Israel./Middle East Monitor
JawaPos.com – Israel ngotot ingin menang dari Palestina. Alhasil, rencana kesepakatan pertukaran tawanan Palestina dan Israel masih buntu.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada hari Rabu bersumpah untuk melanjutkan serangan mematikan di Jalur Gaza sampai mencapai kemenangan telak melawan Hamas, MEMO melaporkan, Kamis (8/2).
“Menyerah pada tuntutan Hamas yang keterlaluan tidak hanya akan gagal dalam pembebasan para sandera tetapi juga akan mengundang pembantaian tambahan dan bencana bagi Israel,” kata Netanyahu pada konferensi pers.
“Sehari setelah perang adalah hari setelah Hamas. Bukan bagian dari Hamas, bukan separuh dari Hamas.” ujar PM Israel menambahkan
Netanyahu mengatakan kemenangan melawan kelompok Palestina yang berbasis di Gaza akan terjadi dalam hitungan bulan, bukan tahun.
“Kami sedang dalam perjalanan menuju kemenangan penuh. Kemenangan sudah dalam jangkauan, kami akan melanjutkannya sampai akhir.” ujar Netanyahu.
“Tidak ada solusi lain selain kemenangan penuh.” ujar PM Israel tersebut memastikan kesepakatan dengan pasukan perlawanan Palestina (Hamas) tidak akan terjadi.
Perdana Menteri Israel tersebut juga mengatakan bahwa, dia menginstruksikan tentara untuk mempersiapkan serangan di Rafah di Jalur Gaza selatan.
“Setelah Hamas dihancurkan, Gaza akan di-demiliterisasi dan hanya ada satu kekuatan yang dapat menjamin keamanan Israel," jelasnya.
"Itu berarti Israel akan beroperasi di Gaza di mana pun dan berapapun lamanya diperlukan untuk memastikan terorisme tidak terjadi lagi,” tambah Netanyahu.
Pernyataan Netanyahu muncul tak lama setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengenai usulan gencatan senjata di Gaza.
AS, Qatar dan Mesir, mediator utama antara Hamas dan Israel, mengonfirmasi bahwa mereka menerima tanggapan dari kelompok Palestina terhadap perjanjian kerangka kerja untuk gencatan senjata dan pertukaran sandera dengan Israel.
Sumber Palestina mengatakan kepada Agensi Anadolu bahwa Hamas mengusulkan rencana gencatan senjata tiga tahap yang mencakup jeda pertempuran selama 135 hari dengan imbalan pembebasan sandera.
Perang Israel di daerah kantong Palestina dimulai setelah serangan Hamas (7/10/23), yang diyakini menewaskan 1.200 orang dan 240 orang disandera.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022