
Gambar keluarga Israel yang ditahan di Gaza, memblokir jalan dekat Kementerian Pertahanan Israel (nytimes.com)
JawaPos.com - Pimpinan politik Hamas pada hari Selasa (30/1) menyatakan bahwa kelompoknya melakukan pertimbangan proposal untuk menghentikan pertempuran di Gaza.
Tidak hanya itu, upaya selanjutnya yaitu dengan menukar sandera dengan tahanan Palestina.
Ismail haniyeh, salah satu pemimpin Hamas menyatakan keterbukaannya terhadap kesepakatan di dalam sebuah pernyataan.
Namun, tetap berpegang pada tuntunan lama dalam menarik total pasukan Israel dari Gaza, tetapi upaya tersebut mendapat penolakan dari pemimpin Israel, Benjamin Netanyahu.
Dilansir dari nytimes.com, terdapat perwakilan dari empat negara, yaitu Amerika Serikat, Qatar, Mesir, dan Israel, yang berlangsung di Paris, membicarakan kerangka kerja awal yang dimulai dengan gencatan senjata.
Upaya tersebut akan dilakukan selama enam minggu yang bertujuan untuk dan memungkinkan pembebasan sandera lebih banyak.
Ismail haniyeh menyatakan bahwa Hamas sedang mempelajari proposal dan berterima kasih kepada Mesir dan Qatar yang telah mengupayakan dan menyatakan dalam pernyataan, bahwa Hamas bersedia bekerja dengan kerangka kerja tersebut, jika membantu mencapai tuntutan.
Baca Juga: Saraya Al-Quds Palestina Apresiasi Hizbullah Lebanon dan Yaman, Ancaman Israel Tidak Dihiraukan
Selain gencatan senjata, akan dilakukan penarikan pasukan Israel, sehingga Hamas dapat mengupayakan rekonstruksi Gaza, mencabut blokade Israel di wilayah tersebut, dan melakukan pembebasan tahanan Palestina oleh Israel.
Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu segera menolak pernyataan tersebut, bahwa Israel tidak akan menarik militer dari Gaza atau membebaskan ribuan tahanan Palestina.
Persetujuan pemimpin Hamas untuk mempertimbangkan proposal yang sebagian besar diajukan Israel, menimbulkan harapan bahwa mungkin ada kesepakatan, meskipun dari kedua belah pihak terkendala perbedaan yang besar.
Setelah pembicaraan oleh empat negara di Paris pada hari Minggu (28/1) terjadi kesepakatan agar Qatar menyampaikan kerangka kerja kepada Hamas.
Selain itu, Qatar akan mengusulkan penghentian perang dan Hamas dapat menukar beberapa sandera yang ditahan di Gaza dengan tahanan Palestina yang menjadi tahanan Israel.
Dalam kerangka kerja juga dijelaskan usulan, Hamas akan membebaskan sandera, mulai dari lanjut usia, perempuan, dan anak-anak, jika masih ada yang ditahan dengan keadaan hidup.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022