Dalam video tersebut, terlihat bahwa pria tersebut menerobos pintu darurat dan berjalan ke landasan pacu pesawat dimana sebuah pesawat sedang bersiap untuk lepas landas.
Pria tersebut bernama Kyler Efinger yang berusia 30 tahun yang berasal dari Park City, Amerika Serikat meninggal dunia pada saat tahun baru.
Efinger meninggal setelah memanjat ke dalam turbin pesawat, yang sedang menunggu lepas landas di Bandara Internasional Salt Lake City dengan 100 orang di dalamnya.
Rekaman yang baru saja dirilis dan diperoleh Fox 13 Now dari Departemen Bandara Salt Lake City, rekaman cctv menunjukkan Efinger berlari ke pintu gate pesawat yang terkunci dan mencoba membukanya secara paksa.
Setelahnya dia melakukan interaksi singkat dengan seseorang yang tampak seperti pegawai bandara, Efinger tampak berlari ke gate pesawat lain dan menghantam jendela menggunakan sepatu yang telah dilepaskan.
Seperti yang diperlihatkan oleh video dari cctv di lokasi lain, Efinger kemudian pergi menuju pintu darurat dan berlari menuruni tangga.
Video berikutnya ditangkap oleh kamera pencitraan termal (kamera yang menangkap radiasi inframerah menjadi cahaya), yang menunjukkan sebuah pesawat perlahan-lahan meluncur saat Efinger berlari ke arahnya dan rekaman akhirnya terputus.
Rekaman lain yang dikutip oleh Fox 13 Now menunjukkan bahwa saat Efinger sampai di bandara, dirinya melewati keamanan, berjalan melalui terminal dan melarikan diri dari gate sambil melemparkan barang-barangnya.
Keluarga meyakini bahwa insiden tersebut disebabkan oleh kesehatan mental pria tersebut, ketika Efinger hendak terbang ke Denver untuk menjenguk kakeknya yang sakit.
"Dia tertahan di bagian keamanan, ketinggalan pesawat, dan panggilan telepon (yang masuk dari Efinger), saya tahu itu akan terjadi," ujarnya.
"Mereka menyebutnya fase manik (fase ketika pengidap merasa sangat bersemangat dan penuh energi). Hal itu tidak berakhir dengan baik untuknya," kata ayahnya, Judd Efinger, kepada Fox 13.
"Jelas, yang satu ini adalah yang terburuk yang pernah ada," tambahnya sang ayah.
Tubuh Efinger ditemukan sebagian di dalam mesin yang ada di sayap pesawat, setelah manajer sebuah toko di bandara melaporkan adanya masalah keamanan di terminal sesaat sebelum pukul 22.00 malam itu.
Menurut para pekerja, Airbus A220-100 tersebut sedang dalam proses pencairan es yang berasal dari salju, sebelum terbang ke San Francisco.
Mesinnya masih berputar pada saat Efinger ditemukan, meskipun pihak bandara awalnya melaporkan bahwa mesinnya mati.
Polisi Salt Lake City dan pekerja bandara menemukan barang-barang pribadi, termasuk sepatu dan pakaian, yang tergeletak di salah satu landasan pacu.
Petugas pertolongan pertama menarik tubuh Efinger keluar dari cowling intake mesin, yang mengarahkan udara ke bagian kipas mesin, dan mencoba tindakan penyelamatan nyawa termasuk memberikan nalokson (obat untuk menghalangi efek overdosis opioid dan narkotika di otak), tetapi dia dinyatakan meninggal di tempat kejadian.
Dikutip dari New York Post, petugas medis belum menentukan penyebab pasti dan cara kematiannya.
Polisi bersama dengan Administrasi Penerbangan Federal, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional dan Administrasi Keamanan Transportasi masih menyelidiki pelanggaran keamanan dan kematian tersebut.