
Ilustrasi CCTV. (pixabay)
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya resmi mengintegrasikan 27 ribu CCTV dalam satu sistem pemantauan terpusat. Langkah masif tersebut diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku kriminal seperti begal dan jambret di ibu kota. Meski demikian, efektivitas kamera pengawas mendapat catatan dari ahli.
Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Josias Simon menilai langkah ini tepat, namun ada keterbatasan yang harus diantisipasi. "Upaya yang strategis integrasi kerjasama PMJ dan pemda, dapat mencegah dan sekaligus mengawasi," ujarnya kepada JawaPos.com, Selasa (19/5).
Namun, kata Simon, pelaku kejahatan cenderung menghindari pantauan CCTV saat beraksi. Untuk itu, akan lebih efektif jika masyarakat ikut terlibat dalam pencegahan kriminalitas daerah masing-masing.
’’Tapi pelaku kejahatan berusaha menghindari CCTV dalam waktu panjang (keterbatasan teknologi) sehingga peran masyarakat menjadi urgen, saling mendukung dalam pencegahan langsung terutama daerah rawan kriminalitas," kata Simon.
Menurutnya, pengawasan digital harus diimbangi aksi nyata di lingkungan warga. Kegiatan konvensional seperti siskamling atau ronda tetap mendesak untuk menjaga keamanan wilayah yang tidak terjangkau kamera. ’’Siskamling atau sejenisnya, ronda dan seterusnya," tambahnya.
Integrasi puluhan ribu kamera pengawas ini bukan tanpa alasan. Langkah ini diambil demi mewujudkan ambisi Jakarta jadi kota teraman nomor dua di Asia Tenggara (ASEAN).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan integrasi kamera pengawas melibatkan berbagai sektor. Mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga gedung swasta bertingkat di Jakarta.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
