
Google sedang Merencanakan Restrukturisasi Besar-besaran Tim Penjualan Iklannya (marc.merlins.org)
JawaPos.com – Google umumkan kabar mengenai restukturisasi di perusahaan mereka pada Rabu (10/1) malam waktu setempat.
Dikutip dari Reuters, Google merumahkan ratusan tenaga kerja mereka yang berada di layanan pengembangan teknologi perangkat keras (hardware) seperti smartphone Pixels, smartwatch Fitbit dan Nest.
Selain itu karyawan yang mengembangkan Assistant, salah satu program perintah suara milik Google turut terdampak keputusan tersebut.
Mengutip 9To5Google, mereka mengatakan akan melakukan restrukturisasi besar-besaran pada divisi penegmbangan hardware mereka.
Nantinya pengembangan Fitbit, Nest dan Pixel akan dilakukan oleh satu divisi saja dan berada dibawah pengawasan satu orang pemimpin.
Hal tersebut membuat pendiri dari Fitbit yakni James Park dan Eric Friedman serta beberapa staf perusahaan tersebut harus meninggalkan Google.
Fitbit merupakan salah satu perusahaan pengembang produk wearable devices untuk kegiatan olahraga yang diakuisisi oleh raksasa teknologi tersebut pada 2021 silam.
Sementara itu, dilansir dari Semafor, karyawan yang bekerja pada pengembangan layanan Google Assistant alami hal serupa.
Raksasa teknologi tersebut ingin berfokus pada pengembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) pada produk perintah suara milik mereka itu.
Hal tersebut didasarkan atas penyataan Google setelah resmi memperkenalkan chatbot AI Bard beberapa waktu lalu.
“Perubahan yang ada di divisi Assistant ini diharapkan akan membantu produk tersebut semakin berkembang dengan implementasi AI didalamnya,” Ujar Google pada Semafor.
Produk Google Assistant diperkenalkan pada 2016 silam sebagai kompetitor dari layanan perintah suara Siri milik Apple dan Alexa yang dikembangkan oleh Amazon.
Ketiga produk tersebut sempat menjadi fenomena tersendiri di masa itu karena mampu berkomunikasi dengan penggunanya hanya dengan melalui suara.
Produk tersebut menjadi pionir bagi perkembangan teknologi AI dan kini kehadiran dari ChatGPT milik OpenAI menjadi tolak ukur baru perusahaan teknologi dalam membuat produk berbasis AI.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
