Vladimir Putin menghadiri upacara untuk memberikan medali Bintang Emas kepada service member yang menyandang gelar Pahlawan Rusia dan terlibat dalam kampanye militer di Ukraina pada (8/12) (Reuters).
JawaPos.com – Presiden Rusia, Vladimir Putin mendesak para ibu di Rusia untuk mempunyai 8 anak atau lebih.
Bukan tanpa alasan, Putin menyerukan hal ini untuk membentuk keluarga dengan jumlah besar sebagai ‘norma’ di tengah melonjaknya jumlah korban dalam perang melawan Ukraina.
Dikutip dari The Independent, Sabtu (9/12), dalam pidatonya melalui tautan video di the World Russian People’s Council di Moskow, Putin mengatakan bahwa peningkatan populasi Rusia akan menjadi ‘tujuannya untuk beberapa dekade mendatang’.
“Banyak masyarakat kita yang mempertahankan tradisi keluarga, yaitu membesarkan 4, 5 anak atau lebih,” kata Putin.
“Ingatlah bahwa di keluarga Rusia, nenek dan nenek buyut kami memiliki 7 dan 8 anak. Mari kita lestarikan dan hidupkan kembali tradisi ini. Memiliki banyak anak, keluarga yang besar, harus menjadi norma, cara hidup bagi seluruh masyarakat Rusia,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Putin sendiri hanya memiliki dua anak yang dikenal oleh publik, yaitu putri dari mantan istrinya, Lyudmila, yakni Maria Vorontsova dan Katerina Tikhonova.
Meski demikian, telah lama beredar rumor di pers Rusia bahwa ia memiliki banyak keturunan dari perselingkuhannya dengan seorang jutawan, Svetlana Krivonogikh dan seorang pesenam peraih medali emas Olimpiade, Alina Kabaeva.
Rusia telah menyaksikan penurunan angka kelahiran sejak sebelum bubarnya Uni Soviet.
Para ahli mengaitkan penurunan ini dengan memburuknya perekonomian dan peraturan aborsi yang ketat, sehingga menjadi penghalang bagi calon orang tua.
Presiden Rusia tersebut telah berupaya meningkatkan angka kelahiran yang buruk di negaranya dengan menerapkan berbagai insentif pemerintah bagi individu yang memiliki anak, termasuk imbalan finansial bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak, sejak ia berkuasa 24 tahun yang lalu.
Namun, menurut data dari Rosstat, layanan statistik federal Rusia, langkah-langkah ini menunjukkan dampak yang minimal atau bahkan tidak ada pengaruhnya.
Populasi Rusia dilaporkan berjumlah 146.447.424 jiwa pada 1 Januari, lebih rendah dibandingkan angka pada tahun 1999 ketika Putin menjabat sebagai presiden.
Sementara itu, angka kelahiran di Rusia terus menurun sejak tahun 90-an dan menurut data yang dikelola Kyiv, Rusia telah menderita lebih dari 300.000 korban sejak awal konflik dengan Ukraina.
***

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
