Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 November 2023 | 19.46 WIB

Tekanan Terhadap Perpanjang Masa Gencatan Senjata di Jalur Gaza Meningkat Usai Pembebasan Para Sandera 

Tahanan Palestina dibebaskan di tengah kesepakatan pertukaran sandera-tahanan antara Hamas dan Israel, di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki Israel, 28 November 2023

Jawapos.com -  Tekanan sejumlah negara terkait perpanjang masa gencatan senjata di Jalur Gaza kembali meningkat.

Hal tersebut terjadi usai berbagai pertukaran sandera yang berhasil dilakukan oleh kedua belah pihak yakni Israel dan Hamas.

Pada hari Rabu (29/11), sebanyak 16 sandera telah dibebaskan oleh Hamas. Sedangkan Israel telah membebaskan 30 warga Palestina saat hari terakhir gencatan senjata.

Pasa Jumat (25/11) lalu, gencatan senjata antara Israel dan Palestina resmi berlaku pasca tujuh pekan pertempuran tanpa henti yang menelan ribuan korban jiwa di Jalur Gaza.

Jeda perang yang berakhir pada Selasa (28/11) tersebut akhirnya diperpanjang oleh pihak mediator menjadi dua hari.

Berhasilnya pengiriman bantuan serta pembebasan para sandera saat jeda perang membuat sejumlah negara menegaskan perpanjangan kembali gencatan senjata.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken yang tiba di Tel Aviv pada Kamis pagi, akan dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin Israel untuk membahas perpanjangan gencatan senjata sementara dan meningkatkan bantuan kemanusiaan ke negara tersebut.

 “Dalam beberapa hari ke depan, kami akan fokus melakukan apa yang kami bisa untuk memperpanjang jeda sehingga kami dapat terus mengeluarkan lebih banyak sandera dan lebih banyak bantuan kemanusiaan yang masuk,” kata Blinken saat singgah di Brussels.

Sementara itu Yordania pada Kamis akan menjadi tuan rumah konferensi yang dihadiri oleh badan-badan bantuan utama PBB, regional dan internasional untuk mengkoordinasikan bantuan ke Gaza, kata media resmi.

Tekanan ini juga datang dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.  Pada Rabu ia memperingatkan bahwa Jalur Gaza berada di tengah-tengah bencana kemanusiaan yang besar.

 Ia serta pihak lain menyerukan gencatan senjata untuk menggantikan gencatan senjata sementara.

 “Negosiasi intensif sedang dilakukan untuk memperpanjang gencatan senjata – yang sangat kami sambut baik – namun kami yakin kami memerlukan gencatan senjata kemanusiaan yang sesungguhnya,” ujarnya pada pertemuan Dewan Keamanan PBB.

Sementara itu Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan,  Dewan Keamanan PBB harus menanggapi seruan umum masyarakat internasional agar dilakukan gencatan senjata menyeluruh untuk menghentikan pertempuran di Palestina.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore