Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 November 2023 | 19.06 WIB

Di Tengah Tren Global Beralih ke Listrik, Arab Saudi Gaet Negara Miskin Migas

 

Kilang minyak Saudi Aramco, salah satu organisasi yang terlibat dalam program keberlanjutan minyak / sumber: theguardian.com

JawaPos.com – Arab Saudi mendorong rencana investasi global yang sangat besar untuk menciptakan permintaan minyak dan gas di negara-negara berkembang.

Para kritikus mengatakan bahwa rencana tersebut dirancang untuk membuat negara-negara tersebut ‘ketagihan dengan produk-produknya yang berbahaya.’

Mereka menginginkan permintaan minyak dan gas di negara-negara berkembang dengan menggaet negara dengan keterbatasan sumber daya migas.

Dikutip dari The Guardian pada Kamis (30/11), program ini dikenal sebagai oil demand sustainability programme (ODSP).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan penggunaan kendaraan bertenaga bahan bakar fosil seperti mobil, bus, dan pesawat di Afrika dan wilayah lain, sejalan dengan peralihan banyak negara kaya ke energi ramah lingkungan.

ODSP berencana untuk mempercepat pengembangan perjalanan udara supersonik yang menggunakan tiga kali lebih banyak bahan bakar jet daripada pesawat konvensional.

Selain itu, ODSP berkolaborasi dengan produsen mobil untuk memproduksi secara massal kendaraan bermesin pembakaran murah.

Program ini dipantau oleh putra mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman, dan melibatkan Dana Investasi Publik, perusahaan minyak terbesar di dunia, Aramco, perusahaan petrokimia Sabic, dan kementerian penting milik pemerintah Saudi.

Tujuan programnya adalah menjaga dan mengembangkan permintaan hidrokarbon sebagai sumber energi yang kompetitif serta memastikan transisi dalam bauran energi menjadi berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama.

Peningkatan permintaan minyak dan gas di negara-negara berkembang menjadi fokus proyek-proyek yang direncanakan.

Meskipun demikian, tindakan ini mendapat kritik dari sejumlah aktivis iklim.

Mohamed Adow, direktur Power Shift Africa, menyamakan Arab Saudi dengan pengedar narkoba yang berusaha membuat Afrika kecanduan produk berbahayanya.

Ia menilai bahwa tindakan ini bertentangan dengan tren global yang mengarah pada pengurangan penggunaan bahan bakar fosil dan mengecam upaya Arab Saudi yang terkesan putus asa untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan dengan memfokuskan perhatiannya pada Afrika.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore