Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 November 2023 | 13.34 WIB

Imbas Konflik dengan Hamas, Ekonomi Israel Disebutkan Merosot, Menteri Keuangan Israel Buka Suara

Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu / sumber: bloomberg.com - Image

Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu / sumber: bloomberg.com

JawaPos.com – Jelang akhir tahun, ekonomi Israel diperkirakan melemah karena konflik dengan kelompok militan Hamas di Palestina.

Sejak terlibat dalam pertempuran melawan pejuang Hamas pada minggu kedua di bulan Oktober lalu, ekonomi Israel mengalami gangguan yang signifikan.

Setelah mengalami fluktuasi yang signifikan tahun lalu, pelemahan nilai tukar mata uang shekel menunjukkan potensi awal dari krisis ekonomi.

Utang Israel telah meningkat menjadi USD7,8 miliar atau sekitar Rp120 triliun (kurs Rp15.500).

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menyatakan bahwa jika perang terus berlanjut, utang Israel akan terus bertambah.

Dilansir dari snpi.org, konflik Israel dengan Hamas menyebabkan kerugian sebesar USD246 juta atau sekitar Rp3,8 triliun.

Dampaknya tidak hanya terbatas pada kerugian finansial, tetapi juga merusak sektor ekspor, meningkatkan inflasi, melemahkan mata uang, menurunkan peringkat kredit, dan menghentikan proyek-proyek pembangunan.

Peran krusial industri teknologi dalam ekonomi Israel menjadi semakin penting selama periode ini, baik sebagai bentuk pertahanan terhadap krisis maupun untuk percepatan pemulihan di masa depan.

Namun, sektor teknologi yang merupakan tulang punggung ekonomi Israel juga mengalami kerusakan parah.

Sektor ini sedang menghadapi tantangan berat, di mana telah mencapai titik terendah yang belum pernah terjadi selama bertahun-tahun sebelumnya, bahkan sebelum perang.

Dikutip dari Start-Up Nation Policy Institute pada Senin (20/11), 80% perusahaan teknologi Israel melaporkan kerusakan akibat situasi keamanan yang memburuk dengan seperempat dari mereka mengalami kerugian ganda.

Kerugian ini terjadi baik pada sumber daya manusia maupun dalam memperoleh modal investasi.

Lebih dari 40% perusahaan teknologi mengalami penundaan atau pembatalan perjanjian investasi, sementara hanya 10% yang berhasil mengadakan pertemuan dengan investor.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore