
Pohon maple di Gunung Koya, pemukiman buddha di Prefektur Wakayama, pada 4 November. (sumber: TOMOKO OTAKE)
JawaPos.com - Musim gugur di Jepang adalah musim yang sangat dinanti oleh orang-orang Jepang.
Musim ini biasanya dimulai pada bulan September hingga Desember.
Namun, perubahan iklim yang terjadi saat ini mengancam keberlangsungan kalender budaya Jepang.
Musim gugur biasanya identik dengan dedaunan yang berubah warna menjadi merah, kini menjadi musim panas yang baru.
Suhu udara yang masih tinggi pada bulan September, mencapai 30 derajat celcius, membuat masyarakat Jepang mulai mengenakan pakaian yang lebih tipis dan berwarna terang.
Dilansir dari the japan times, Senin (20/11). Perubahan iklim – sebagaimana dibuktikan dengan suhu panas yang mencapai rekor tertinggi yang dialami dunia pada tahun ini.
Termasuk suhu tinggi yang luar biasa tinggi pada bulan November di seluruh Jepang, mengganggu aktivitas musim gugur dan musim di negara ini, dan juga mengganggu ritme kehidupan masyarakat.
Terletak di zona beriklim sedang, negara ini menganggap remeh empat musim yang terbagi rata dan berbeda. Menurut Badan Meteorologi, musim gugur di Jepang secara resmi dimulai pada awal September dan berlangsung hingga akhir November.
Namun kondisi global yang “mendidih” seperti yang diungkapkan oleh Sekjen PBB tahun ini, membuat musim panas dimulai lebih awal dan berlangsung lebih lama, sehingga menekan periode musim semi dan musim gugur.
Jika terus begini, Jepang mungkin akan menjadi negara dengan dua musim – hanya musim panas dan musim dingin, beberapa ilmuwan memperingatkan hal tersebut.
Dampak memudarnya musim gugur sangat besar, tidak hanya terhadap lingkungan tetapi juga sosial dan budaya.
Banyak sekali bisnis yang mengandalkan permintaan musiman, baik itu perusahaan bir dengan penawaran spesial musim gugur atau operator tur melihat dedaunan berwarna-warni.
Dampak musim gugur
Menurut Japan Meteorological Corp., prakiraan dedaunan musim gugur untuk 700 lokasi pemantauan di seluruh negeri, puncak musim gugur di Sapporo tahun ini baru terjadi pada 13 November, melambat 16 hari dari waktu yang biasanya.
Di hampir semua kota besar lain di Jepang, perkiraan kedatangan daun maple berubah menjadi merah cerah menunjukkan keterlambatan antara dua hingga sembilan hari dari jadwal biasanya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
