Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 November 2023 | 15.15 WIB

IMF Akan Menambah Program Pinjaman untuk Mesir sebesar Rp 46,4 Triliun karena Gaza, untuk Apa?

Tambahan Pinjaman untuk Mesir dari IMF (arab-reform.net) - Image

Tambahan Pinjaman untuk Mesir dari IMF (arab-reform.net)

JawaPos.com - Dana Moneter Internasional (IMF) telah aktif dalam upaya meningkatkan program pinjaman untuk Mesir sebagai respons terhadap dampak yang ditimbulkan oleh konflik di negara tetangga, Gaza.

Dilaporkan JawaPos.com dari aljazeera.com, menurut keterangan dari Reuters mengindikasikan bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi untuk membantu Mesir mengatasi tantangan ekonomi yang muncul akibat perang di wilayah tersebut.

IMF berperan penting dalam mendukung stabilitas ekonomi Mesir, dengan fokus pada pemulihan dan pembangunan pasca konflik di kawasan tersebut.

Secara serius mempertimbangkan kemungkinan penambahan program pinjaman Mesir sebesar $3 miliar atau setara Rp46,4 triliun, ungkap Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva pada hari Jumat (17/11).

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kesulitan ekonomi yang muncul akibat perang Israel-Gaza, dengan fokus pada upaya mendukung pemulihan dan stabilitas ekonomi Mesir.

Mesir telah memulai upaya untuk mencari pinjaman baru dari IMF sebagai respons terhadap dampak yang diakibatkan oleh perang Rusia di Ukraina.

Konflik ini telah meningkatkan tagihan Mesir untuk gandum dan minyak, sementara sekaligus memberikan pukulan serius terhadap sektor pariwisata, mengingat Ukraina dan Rusia adalah dua pasar terbesar bagi industri pariwisata Mesir.

Pada bulan Oktober tahun lalu, IMF telah memberikan persetujuan untuk memberikan pinjaman kepada Kairo.

IMF menambahkan bahwa program pinjaman ini akan mencakup sejumlah kebijakan untuk mendorong pertumbuhan sektor swasta.

Upaya ini akan dilakukan melalui langkah-langkah seperti mengurangi jejak negara, mengadopsi kerangka persaingan yang lebih kuat, meningkatkan transparansi, dan memastikan peningkatan fasilitasi perdagangan dalam rangka memberikan dukungan holistik bagi pembangunan ekonomi Mesir.

Dilansir dari aljazeera.com oleh JawaPos, komentar Kristalina Georgieva muncul dalam sebuah wawancara di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di San Francisco.

Dalam pernyataannya, ia menyoroti bahwa perang di Gaza tidak hanya berdampak merusak pada populasi dan perekonomian Jalur Gaza yang terkepung, tetapi juga membawa dampak yang parah terhadap perekonomian Tepi Barat.

Georgieva menekankan bahwa konflik tersebut juga menimbulkan kesulitan ekonomi bagi negara-negara tetangga seperti Mesir, Lebanon, dan Yordania, terutama melalui hilangnya pendapatan dari sektor pariwisata dan lonjakan biaya energi yang lebih tinggi.

Pada KTT APEC, 21 anggota, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia, masih terpecah belah mengenai perang di Gaza.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh ketua APEC tahun ini, Amerika Serikat, disebutkan bahwa para pemimpin melakukan pertukaran pandangan mengenai krisis Gaza.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore