
Tambahan Pinjaman untuk Mesir dari IMF (arab-reform.net)
JawaPos.com - Dana Moneter Internasional (IMF) telah aktif dalam upaya meningkatkan program pinjaman untuk Mesir sebagai respons terhadap dampak yang ditimbulkan oleh konflik di negara tetangga, Gaza.
Dilaporkan JawaPos.com dari aljazeera.com, menurut keterangan dari Reuters mengindikasikan bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi untuk membantu Mesir mengatasi tantangan ekonomi yang muncul akibat perang di wilayah tersebut.
IMF berperan penting dalam mendukung stabilitas ekonomi Mesir, dengan fokus pada pemulihan dan pembangunan pasca konflik di kawasan tersebut.
Secara serius mempertimbangkan kemungkinan penambahan program pinjaman Mesir sebesar $3 miliar atau setara Rp46,4 triliun, ungkap Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva pada hari Jumat (17/11).
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kesulitan ekonomi yang muncul akibat perang Israel-Gaza, dengan fokus pada upaya mendukung pemulihan dan stabilitas ekonomi Mesir.
Mesir telah memulai upaya untuk mencari pinjaman baru dari IMF sebagai respons terhadap dampak yang diakibatkan oleh perang Rusia di Ukraina.
Konflik ini telah meningkatkan tagihan Mesir untuk gandum dan minyak, sementara sekaligus memberikan pukulan serius terhadap sektor pariwisata, mengingat Ukraina dan Rusia adalah dua pasar terbesar bagi industri pariwisata Mesir.
Pada bulan Oktober tahun lalu, IMF telah memberikan persetujuan untuk memberikan pinjaman kepada Kairo.
IMF menambahkan bahwa program pinjaman ini akan mencakup sejumlah kebijakan untuk mendorong pertumbuhan sektor swasta.
Upaya ini akan dilakukan melalui langkah-langkah seperti mengurangi jejak negara, mengadopsi kerangka persaingan yang lebih kuat, meningkatkan transparansi, dan memastikan peningkatan fasilitasi perdagangan dalam rangka memberikan dukungan holistik bagi pembangunan ekonomi Mesir.
Dilansir dari aljazeera.com oleh JawaPos, komentar Kristalina Georgieva muncul dalam sebuah wawancara di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di San Francisco.
Dalam pernyataannya, ia menyoroti bahwa perang di Gaza tidak hanya berdampak merusak pada populasi dan perekonomian Jalur Gaza yang terkepung, tetapi juga membawa dampak yang parah terhadap perekonomian Tepi Barat.
Georgieva menekankan bahwa konflik tersebut juga menimbulkan kesulitan ekonomi bagi negara-negara tetangga seperti Mesir, Lebanon, dan Yordania, terutama melalui hilangnya pendapatan dari sektor pariwisata dan lonjakan biaya energi yang lebih tinggi.
Pada KTT APEC, 21 anggota, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia, masih terpecah belah mengenai perang di Gaza.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh ketua APEC tahun ini, Amerika Serikat, disebutkan bahwa para pemimpin melakukan pertukaran pandangan mengenai krisis Gaza.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
