Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 November 2023 | 16.35 WIB

Korban Tewas di Gaza Capai 11.000 Lebih, Menlu AS Antony Blinken: Terlalu Banyak Warga Palestina Menderita

Kepulan asap di atas kota Gaza terlihat dari Israel Selatan, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas pada Jumat (10/11). (Evelyn Hockstein/REUTERS) - Image

Kepulan asap di atas kota Gaza terlihat dari Israel Selatan, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas pada Jumat (10/11). (Evelyn Hockstein/REUTERS)

JawaPos.com - Korban tewas di Gaza dalam semalam kembali dilaporkan meningkat, saat total korban jiwa menjadi 11.078.
 
Hal tersebut memicu Menteri Luar Negari Amerika Serikat, Antony Blinken, untuk berkomentar.
 
Antony Blinken, menyampaikan keprihatinan terkait jumlah korban yang kian meningkat atas serangan Israel.
 
Dalam komentarnya yang paling kuat hingga saat ini terkait penderitaan warga sipil yang terjebak dalam baku tembak di Gaza, Menlu AS tersebut mengatakan kepada wartawan saat berkunjung ke India.
 
"Terlalu banyak warga Palestina terbunuh, terlalu banyak yang menderita akibat ini dalam beberapa minggu terakhir," ucapnya seperti yang dikutip dari Reuters pada Sabtu (11/11).
 
Blinken menyambut baik 'jeda kemanusiaan' selama empat jam setiap hari yang dilakukan oleh Israel, seperti yang disampaikan oleh Gedung Putih pada Kamis (9/11), namun dirinya menegaskan kembali dukungan AS terhadap Israel untuk memastikan bahwa Gaza tak lagi digunakan sebagai "platform untuk meluncurkan terorisme'.
 
Israel semakin menghadapi tekanan internasional yang meningkat, pun dari sekutunya, AS. Washington menekankan agar Israel berbuat lebih banyak untuk melindungi warga sipil Palestina di Gaza ketika jumlah korban tewas kian meningkat akibat meluasnya perang di dekat rumah sakit.
 
 
Pada Sabtu (11/11) malam, menurut Pemerintah Palestina terjadi pertempuran yang semakin intens di dekat rumah sakit yang penuh sesak di kota Gaza, yang mengakibatkan ledakan dan tembakan sampai ke rumah sakit.
 
"Israel kini melancarkan perang tehadap rumah sakit di kota Gaza," ujar Mohammad Abu Selmeyah, direktur rumah sakit terbesar di Gaza, Al-Shifa.
 
Dirinya lalu menambahkan, bahwa sedikitnya 25 orang tewas dalam serangan Israel terhadap sekolah Al-Buraq di kota Gaza, tempat warga mengungsi akibat serangan yang menghancurkan rumah mereka.
 
Pemerintah Gaza mengatakan bahwa sejumlah rudal yang mendarat di halaman Al-Shfa, yang merupaan rumah sakit terbesar di Gaza, pada jumat (10/11) juga turut merusak sejumlah bagian di Rumah Sakit Indonesia, dan dilaporkan membakar rumah sakit anak Rantissi, dan rumah sakit kanker, Nasser.
 
Milter Israel lantas mengaku bahwa proyektil yang salah sasaran tersebut adalah proyektil yang diluncurkan oleh militan Palestina di Gaza, Hamas, yang telah mengena Al-Shifa.
 
Rumah sakit tersebut berada di bagian utara Gaza, dimana Hamas terkonsentrasi, menurut pasukan Zionis itu. Wilayah Utara tersebut, diketahui penuh dengan pengungsi serta pasien dan dokter.
 
Juru bicara pemerintah Israel, Eylon Levy, mengatakan bahwa markas besar Hamas berda di ruang bawah tanah rumah sakit Al-Shifa, yang artinya rumah sakit tersebut masuk ke dalam zona bahaya dan menjadi sasaran yang sah.
 
Israel berpendapat bahwa Hamas telah menyembunyikan senjata mereka di terowongn bawah tanah rumah sakit, yang diketahui tuduhan tersebut telah dibantah oleh Hamas.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore