
Polisi menutup Lincoln Street setelah penembakan massal di Lewiston, Maine, Amerika Serikat pada Kamis (26/10).
Jawapos- Ratusan polisi menyebar di seluruh negara bagian Maine untuk memburu pelaku penembakan brutal di sebuah bar dan arena bowling di kota Lewiston, Amerika Serikat.
Sejauh ini, polisi negara bagian Meine telah mengidentifikasi pria bernama Robert R. Card, 40 tahun, sebagai tersangka. Usut punya usut, Robert R pernah dirawat di fasilitas kesehatan mental selama musim panas.
Sebelumnya, terdapat postingan di sosial media Facebook seorang pria berjenggot dengan hoodie coklat dan celana jins di salah satu tempat kejadian perkara, memegang sebuah benda menyerupai senapan semi-otomatis dalam posisi menembak.
"Kami memiliki ratusan petugas polisi yang bekerja di seluruh negara bagian Maine untuk menyelidiki kasus ini untuk menemukan Card, yang merupakan orang yang dicari," ujar Komisaris Keselamatan Publik Maine Mike Sauschuck dalam sebuah konferensi pers dikutip dari reuters.
Polisi menemukan sebuah mobil SUV putih yang mereka yakini dikendarai oleh Card ke kota Lisbon, sekitar 7 mil (11 km) ke arah tenggara, dan Sauschuck mengatakan bahwa orang-orang diminta untuk tetap berada di dalam rumah di Lewiston dan Lisbon.
Beberapa media melaporkan bahwa penegakan hukum Maine mengidentifikasi Card sebagai instruktur senjata api terlatih dan anggota cadangan Angkatan Darat AS yang baru-baru ini melaporkan bahwa dia memiliki masalah kesehatan mental, termasuk mendengar suara-suara.
Diketahui Card perna mengancam akan menembak sebuah pangkalan Garda Nasional.
"Card juga dilaporkan telah dimasukkan ke fasilitas kesehatan mental selama dua minggu pada musim panas 2023 dan kemudian dibebaskan," kata pemberitahuan dari Pusat Informasi & Analisis Maine.
Polisi mengatakan tembakan pertama kali terdengar sesaat sebelum pukul 19.00 waktu setempat. Bar dan arena bowling itu berjarak sekitar empat mil (6,5 km).
"Sebuah pusat rekreasi. Sebuah arena bowling. Sebuah bar lingkungan. Tempat-tempat yang sering dikunjungi orang Amerika dan seharusnya merasa aman... ini adalah tempat kejadian perkara dari beberapa penembakan malam ini di Maine," kata Kris Brown, presiden Brady, sebuah kelompok advokasi keamanan senjata api, dalam sebuah pernyataan.
Maine tidak memiliki beberapa jenis undang-undang keamanan senjata api yang utama, termasuk regulasi senjata serbu, pemeriksaan latar belakang universal, dan undang-undang "bendera merah" yang memungkinkan penegak hukum untuk melucuti senjata orang yang secara hukum dianggap berbahaya, menurut Brady.
Presiden Joe Biden telah diberi pengarahan dan akan terus menerima informasi terbaru, kata seorang pejabat AS di Washington.
Presiden berbicara melalui telepon secara individual dengan Gubernur Maine Janet Mills, Senator Angus King dan Susan Collins, serta anggota Kongres Jared Golden mengenai penembakan di Maine dan menawarkan dukungan penuh dari pemerintah federal setelah serangan tersebut, demikian pernyataan Gedung Putih.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
