Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Oktober 2023 | 23.39 WIB

Polisi Buru Pelaku Penembakan Massal di Lewiston, Maine

Polisi menutup Lincoln Street setelah penembakan massal di Lewiston, Maine, Amerika Serikat pada Kamis (26/10).

JawaPos.com - Ratusan polisi menggeledah kota Lewiston dan daerah sekitar negara bagian Maine, Amerika Serikat, untuk mencari pelaku penembakan massal.

Pelaku penembakan massal diketahui beraksi di sebuah bar dan arena bowling, berdasarkan laporan resmi. 

Akibat penembakan massal tersebut, jumlah korban tewas berkisar antara 16 hingga 22 orang, dengan puluhan lainnya terluka, dilansir dari Reuters.

Para pejabat mengatakan, ada banyak korban namun menolak memberikan keterangan angka pastinya.
 
Meski demikian, polisi negara bagian dan lokal mengidentifikasi Robert R. Card, 40, sebagai orang yang berkepentingan dalam kasus ini setelah sebelumnya memposting di Facebook foto-foto seorang pria yang memegang senapan semi otomatis.
 
Gambar-gambar dari salah satu TKP pada Rabu (25/10) menunjukkan seorang pria berjanggut dengan hoodie coklat dan celana jins, memegang senjata dalam posisi menembak.
 
 
"Kami memiliki ratusan petugas polisi yang bekerja di seluruh negara bagian Maine untuk menyelidiki kasus ini guna menemukan Mr. Card, yang merupakan orang yang dicari," kata Komisaris Keamanan Publik Maine, Mike Sauschuck pada konferensi pers.
 
Beberapa media melaporkan bahwa buletin penegakan hukum Maine mengidentifikasi Card sebagai instruktur senjata api terlatih dan anggota cadangan Angkatan Darat Amerika Serikat, yang baru-baru ini melaporkan bahwa dia memiliki masalah kesehatan mental, termasuk mendengar suara-suara. Dikatakan juga bahwa dia mengancam akan menembak pangkalan Garda Nasional.
 
"Card juga dilaporkan telah dimasukkan ke fasilitas kesehatan mental selama dua minggu selama musim panas 2023 dan kemudian dibebaskan," demikian pemberitahuan dari Pusat Informasi dan Analisis Maine.
 
Associated Press melaporkan bahwa dokumen tersebut diedarkan ke petugas penegak hukum.
 
Bar dan arena bowling berjarak sekitar 6,5 km di Lewiston, bekas pusat tekstil dan kota berpenduduk 38.000 orang di Androscoggin County sekitar 56 km utara kota terbesar Maine, Portland.
 
Laporan media mengatakan ada lokasi penembakan ketiga di pusat distribusi Walmart, namun Walmart kemudian mengeluarkan pernyataan kepada media lokal yang mengatakan tidak ada penembakan yang terjadi di properti mereka.
 
 
Pusat Medis Central Maine di Lewiston mengeluarkan pernyataan yang mengatakan pihaknya 'bereaksi terhadap korban massal, peristiwa penembakan massal' dan berkoordinasi dengan rumah sakit setempat untuk menerima pasien.
 
Jumlah penembakan di Amerika Serikat yang melibatkan empat orang atau lebih, telah melonjak sejak pandemi COVID-19 dimulai pada 2020, dengan 647 kasus terjadi pada 2022 dan 679 kasus diperkirakan terjadi pada 2023, menurut data dari arsip.
 
Penembakan massal paling mematikan yang pernah tercatat di Amerika Serikat adalah pembantaian terhadap 58 orang oleh seorang pria bersenjata yang menembaki di acara festival musik country Las Vegas dari sebuah hotel bertingkat tinggi pada 2017.

***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore