Ilustrasi Sungai Mengering akibat pemanasan global.
JawaPos.com - Siklus air di dunia saat ini sedang mengalami ketidakseimbangan yang cukup signifikan. Hal ini tentunya memberikan dampak mengkhawatirkan terhadap persediaan sumber daya air dunia.
Dilansir dari Swach News pada Rabu (18/10), tentang pola air dunia pada tahun 2022, kondisi siklus air menjadi tidak menentu sebagai akibat adanya perubahan iklim dan aktivitas manusia.
Ditambah dengan adanya beberapa faktor, seperti kekeringan, hujan lebat, mencairnya salju dan gletser yang semuanya berdampak pada persediaan air dunia untuk jangka panjang.
Dampak yang ditimbulkan seperti dikutip dari Pakistan House, meliputi :
Kesulitan Mendapatkan Air Bersih
Siklus air yang tidak seimbang ini akan menjadi permasalahan cukup serius jika tidak segera ditangani. Pasalnya, air merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan manusia.
Terdapat 3,6 miliar orang yang kekurangan akses air. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat menjadi lebih dari 5 miliar pada 2050.
"Lebih hangatnya atmosfer menahan lebih banyak kelembapan sehingga menyebabkan curah hujan tinggi dan berdampak pada banjir."
"Selain itu faktor lebih banyak penguapan, kekeringan, dan tanah kering yang menjadikan kondisi itu lebih parah," ungkap Sekjen WMO, Petteri Taalas.
Berkurangnya Sumber Air Global
Lebih dari 50% daerah tangkapan air dan waduk global menunjukkan kondisi yang tidak biasa, sebagian besar lebih kering dari biasanya.
Terdapat anomali kelembapan tanah dan evapotranspirasi (perpindahan air tanah ke atmosfer, baik melalui evaporasi maupun melalui tumbuhan) yang tercatat sepanjang 2022.
Misalnya, Eropa mengalami peningkatan evapotranspirasi dan penurunan kelembapan tanah selama musim panas.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
