Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Oktober 2023 | 13.28 WIB

Presiden Mesir: Menunda Masalah Palestina Akan Perpanjang Penderitaan Rakyatnya

SELAMATKAN DIRI: Perempuan dan anak-anak Palestina bergegas meninggalkan rumah ketika militer Israel menggempur Kota Gaza, Rabu (11/10).

JawaPos.com - Tindakan Israel di Gaza telah berubah menjadi “hukuman kolektif,”. Ihwal hal ini dikatakan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken pada Minggu (15/10).

Kantor berita Turki, Anadolu, mengutip laporan Cairo News Channel (CNC), yang menyebutkan bahwa al-Sisi bertemu dengan Blinken di Kairo, ibu kota Mesir ketika menlu AS itu melakukan kunjungan ke Mesir.

Kunjungan Blinken ke Mesir itu merupakan bagian dari lawatannya di Timur Tengah untuk menegaskan kembali dukungan Washington bagi Israel, yang sedang berperang dengan kelompok Palestina Hamas.

Dalam pertemuan dengan Blinken, al-Sisi mengatakan bahwa “respons Israel telah melampaui prinsip membela diri menjadi hukuman kolektif terhadap Gaza, yang merupakan rumah bagi lebih dari 2,3 juta warga Palestina.”

Dia juga menekankan bahwa tak adanya solusi terhadap masalah Palestina telah meningkatkan kemarahan.

Baca Juga: Spanyol Sarankan Israel Diseret ke Mahkamah Pidana Intenasional Atas Kejahatan Perang

Al-Sisi menambahkan bahwa menunda masalah Palestina akan memperpanjang penderitaan rakyat Palestina dan memakan lebih banyak korban.

Blinken melakukan lawatan ke negara-negara Timur Tengah untuk mengunjungi Israel, Yordania, Qatar, Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Mesir pada 11-15 Oktober. 

Rangkaian lawatannya itu ditujukan untuk bertemu dengan para pejabat negara-negara itu dalam rangka membahas upaya agar konflik Israel-Palestina tidak meluas.

Serangan Israel di Gaza terus berlanjut dan lebih dari dua juta warga Gaza terisolasi sejak Israel melancarkan bombardemen dan blokade intensif sebagai pembalasan atas serangan yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober.

Menurut Israel, sudah sekitar 600 ribu penduduk Gaza bergerak dari daerah utara ke selatan sejak Israel pada Jumat pekan lalu memerintahkan penduduk Gaza utara agar menyingkir ke bagian selatan salah satu kantong Palestina.

Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan sedikitnya 2.750 orang tewas akibat serangan Israel, yang seperempat dari mereka adalah anak-anak, dan hampir 10.000 orang terluka. Sekitar 1.000 orang lainnya hilang dan diyakini berada di bawah reruntuhan.

Israel dilaporkan saat ini sedang bersiap untuk melancarkan serangan darat di Gaza.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore