Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Oktober 2023 | 00.27 WIB

Pasca Banjir Bandang di Sikkim India, Korban Hilang Disebut Capai Ratusan

Kondisi pada Minggu (8/10) di Sikkim pasca banjir bandang akibat jebolnya danau di Singtam, India. - Image

Kondisi pada Minggu (8/10) di Sikkim pasca banjir bandang akibat jebolnya danau di Singtam, India.

JawaPos.com - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang yang disebabkan banjir bandang akibat meluapnya danau Glasial di Pegunungan Himalaya, India, meningkat.

Sebanyak 74 orang tewas pada Senin (9/10), dan 101 orang hilang sejak beberapa hari pasca bencana banjir bandang di Sikkim, India.

Kabar duka ini telah disampaikan secara resmi oleh pejabat provinsi yang dilansir dari Reuters, Senin (9/10).

Setelah hujan deras selama berhari-hari di negara bagian Sikkim di bagian timur laut, aliran air menyapu lembah sungai sempit dari Danau Lohnak, merusak bendungan, dan menimbulkan kehancuran di desa-desa dan kota Rangpo, sekitar 50 km selatan ibu kota negara bagian Gangtok.
 
Sekretaris utama Sikkim, Vijay Bhushan Pathak, birokrat paling senior, mengatakan bahwa tim penyelamat telah menemukan 25 mayat di negara bagian itu dan delapan mayat tentara yang hanyut ditemukan di negara bagian tetangga, Benggala bagian barat, dilansir dari Reuters.
 
Dia mengatakan 101 orang masih hilang dalam serangkaian bencana alam terbaru yang disebabkan oleh peristiwa cuaca ekstrem di Himalaya. Personel militer sebanyak 14 orang dinyatakan hilang, kata pernyataan Kementerian Pertahanan.
 
 
Pencarian korban selamat terhambat oleh kerusakan jalan, komunikasi yang buruk, dan cuaca buruk, serta warga yang kesulitan membersihkan lumpur dan puing-puing setelah salah satu bencana terburuk di wilayah terpencil tersebut dalam lebih dari 50 tahun.
 
Parveen Shama, pejabat tinggi distrik Jalpaiguri di Benggala bagian barat, mengatakan 41 mayat ditemukan di distrik tersebut.
 
Sikkim, negara bagian pemeluk Budha yang berpenduduk 650.000 jiwa yang terletak di pegunungan antara Nepal, Bhutan, dan Tiongkok, menerima curah hujan sebesar 101 mm dalam lima hari pertama bulan Oktober, lebih dari dua kali lipat tingkat normal.
 
Pada Oktober 1968, diperkirakan 1.000 orang di Sikkim tewas akibat banjir.
 
Mukesh Kumar, seorang pekerja migran berusia 43 tahun di Rangpo, menggambarkan bagaimana dia dan tetangganya hanya punya waktu 10 menit untuk menyelamatkan diri sebelum banjir bandang melanda.
 
"Kalau kami tidak berangkat dua menit lagi, kami mungkin sudah tenggelam," kata Kumar.
 
Dikutip dari Reuters, warga menuturkan bahwa banyak orang yang tempat tinggalnya berada di lantai dasar atau satu lantai tidak dapat selamat.
 
Pejabat pemerintah mengatakan sekitar 2.000 wisatawan yang terjebak di wilayah terpencil di Sikkim bagian utara dilaporkan aman, dan otoritas negara bagian serta tentara telah memberi mereka makanan dan fasilitas komunikasi untuk menghubungi keluarga mereka. 
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore