Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Oktober 2023 | 21.24 WIB

Penyakit Misterius yang Membuat 95 Siswi di Kenya Lumpuh hingga Harus Dirawat di Rumah Sakit

Para siswi kesulitan untuk berjalan, gemetar tak terkendali, hingga perlu digendong oleh teman-temannya. - Image

Para siswi kesulitan untuk berjalan, gemetar tak terkendali, hingga perlu digendong oleh teman-temannya.

JawaPos.com - Para pejabat kesehatan di negara Afrika, telah turun tangan untuk melakukan penyelidikan dan menemukan penyebab dari wabah aneh ini. Serta memperingatkan, bahwa wabah ini dapat menimbulkan dampak yang sangat berbahaya jika sampai menular.

Media lokal melaporkan, 95 siswi tiba-tiba jatuh di sebuah sekolah khusus perempuan di Musoli, sebuah kota yang berjarak 232 mil (374 km) sebelah barat laut Nairobi.

Rekaman para siswi lumpuh telah beredar di dunia maya, serta diklaim sebagai rekaman kejadian yang menunjukkan para siswa di sekolah tersebut kesulitan untuk berjalan, gemetar tak terkendali, hingga perlu digendong oleh teman-temannya.

Anak-anak tersebut akhirnya terbaring dan terlihat masih kejang-kejang di tempat tidur yang tampak seperti rumah sakit.

Para dokter saat ini masih bingung mengenai pemicu dari wabah yang terjadi secara tiba-tiba ini. Sampel darah dan urin dari para gadis yang terjangkit telah dikirim ke laboratorium.

Namun beberapa ahli meragukan penyakit ini, dan menyatakan bahwa ini mungkin merupakan kasus histeria massal. Menurut media lokal, para pejabat di pendidikan juga mengatakan bahwa ada kekhawatiran sebagian besar siswi berpura-pura sakit karena ujian akhir tahun tinggal beberapa minggu lagi.

Susan Nakhumicha, Menteri Kesehatan Kenya mengatakan, tidak ada patogen (mikroorganisme parasit) yang teridentifikasi di tubuh para siswa Sekolah Menengah Atas St Theresa's Eregi Girls.

Menurut situs berita lokal Daily Nation, Nakhumicha berbicara di hadapan anggota Komite Investasi Publik Majelis Nasional untuk Pendidikan dan Pemerintahan, ia mengatakan lebih banyak tes akan dilakukan untuk menentukan penyebab penyakit tersebut.

"Kami telah menghubungi direktur kesehatan masyarakat dan hingga kemarin (3/10), ada 95 anak perempuan yang dirawat di rumah sakit," kata Nakhumicha.

"Pada akhir hari ini (4/10), kami berharap akan mendapatkan laporan secara menyeluruh. Sejauh ini, lima tes telah dilakukan dan tidak ada patogen yang teridentifikasi."

"Namun, sampel tambahan telah dikirim ke Kenya Medical Research Institute di Nairobi untuk analisis lebih lanjut."

Jared Obiero, direktur pendidikan wilayah barat, mengatakan kepada Daily Nation bahwa beberapa siswa mungkin sedang tidak sehat, namun sebagian besar mungkin 'berpura-pura sakit'.

"Siswa kelas tiga seharusnya memulai ujian akhir tahun mereka pada hari Rabu (4/10), tetapi beberapa dari mereka menentang program sekolah, serta mengklaim bahwa mereka tidak siap untuk ujian. Ini berarti beberapa gejala yang dialami para siswa 'mungkin tidak asli'," jelas Obiero.

Laporan yang saling bertentangan di surat kabar lokal, menimbulkan kebingungan apakah sekolah telah ditutup sementara. Namun kementerian pendidikan kemarin (4/19), mengkonfirmasi bahwa sekolah tersebut tetap buka.

Namun, beberapa orang tua memilih untuk membawa anak-anak mereka keluar dari sekolah. Surat kabar lokal melaporkan bahwa Dr Steven Wandei, direktur pelayanan medis di daerah Kakamega dimana sekolah itu berada, mendesak para orang tua untuk tidak melakukannya.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore