Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Mei 2023 | 22.26 WIB

Peluncuran Rudal Balistik Korut Dianggap Sebagai Pelanggaran Berat terhadap Resolusi PBB

Dewan Keamanan Nasional (NSC) Korea Selatan mengecam peluncuran roket Korea Utara. (ANTARA) - Image

Dewan Keamanan Nasional (NSC) Korea Selatan mengecam peluncuran roket Korea Utara. (ANTARA)

JawaPos.com - Dewan Keamanan Nasional (NSC) Korea Selatan mengecam peluncuran roket Korea Utara, pada Rabu (31/5).Peluncuran roket dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB dan provokasi serius yang mengancam perdamaian di Semenanjung Korea dan sekitarnya, kata kantor kepresidenan.

Dilansir dari ANTARA, Rabu (31/5), Kantor kepresidenan Korsel mengadakan pertemuan komite darurat NSC yang dipimpin oleh Penasihat Keamanan Nasional Cho Tae-yong guna membahas 'peluncuran rudal balistik jarak jauh Korut dengan dalih satelit'. 

Diketahui, Korut menembakkan rudal pada sekitar pukul 6.30 waktu setempat, menurut militer Korsel. Korut kemudian mengakui kegagalan dalam peluncuran tersebut, dan berjanji untuk mencoba lagi secepat mungkin.

Baca Juga: Pakar Sebut Putusan MK yang Perpanjang Masa Jabatan Pimpinan KPK Perlihatkan Kebobrokan Dua Lembaga

Tapi, anggota komite tetap NSC dengan tegas mengatakan, terlepas dari keberhasilan atau kegagalannya, peluncuran tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap resolusi DK PBB. Ini provokasi serius yang mengancam perdamaian dan keselamatan di Semenanjung Korea dan masyarakat internasional.

"Selain itu, para peserta setuju untuk menjaga postur koordinasi dengan sekutu dan negara-negara sahabat sembari terus memantau dengan hati-hati kemungkinan peluncuran lanjutan Korut," menurut pernyataan itu lebih lanjut.

Pertemuan NSC dihadiri oleh Menteri Unifikasi Kwon Young-se, Menteri Pertahanan Lee Jong-sup dan Direktur Badan Intelijen Nasional Kim Kyou-hyun, dan didahului dengan pertemuan untuk menilai situasi keamanan.

Sebelumnya, kantor kepresidenan menyatakan Presiden Yoon Suk Yeol diberi pengarahan sesaat setelah peluncuran dan terus diberi informasi terbaru secara langsung. Kepala Staf Gabungan mengatakan proyektil tersebut jatuh ke perairan sekitar 200 kilometer bagian barat Pulau Eocheong di barat daya Korsel setelah peluncuran tersebut mengalami penerbangan yang 'tidak normal'.

Badan antariksa Korut kemudian mengakui bahwa roket yang membawa satelit pengintaian militer jatuh ke Laut Kuning karena kerusakan mesin. Tapi mereka berencana untuk melakukan peluncuran lanjutan dalam waktu dekat, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korut.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore