Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Mei 2023 | 18.22 WIB

Bertemu Zelensky saat KTT G7 di Jepang, Jokowi Tawarkan Jadi Juru Damai Lagi

PERTEMUAN KEDUA PASCAINVASI: Presiden Joko Widodo bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Hiroshima, Jepang, Minggu (21/5). - Image

PERTEMUAN KEDUA PASCAINVASI: Presiden Joko Widodo bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Hiroshima, Jepang, Minggu (21/5).

JawaPos.com – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang digelar di Jepang kemarin (21/5) telah selesai. Pada hari terakhir tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan beberapa pemimpin negara lainnya.

Dalam pertemuan dengan Zelensky, Jokowi kembali menawarkan menjadi jembatan perdamaian dengan Rusia.

Sebab, perang Ukraina-Rusia yang berlangsung lebih dari satu tahun terus menimbulkan korban jiwa.

Tawaran itu sejatinya pernah disampaikan Jokowi saat melawat perdana ke Ukraina pada Juni 2022 atau empat bulan setelah invasi Rusia. Kala itu, tawaran senada disampaikan ke Presiden Rusia Vladimir Putin saat Jokowi berkunjung ke Moskow. Namun, perang masih saja berlangsung.

Jokowi juga mendukung perpanjangan Black Sea Grain Initiative yang kini sudah berlangsung dua bulan. ”Ini sangat penting untuk kelancaran rantai pasok gandum di dunia,” kata Jokowi. Hal itu sebenarnya sudah dibahas saat keduanya bertemu di Kiev beberapa waktu lalu.

Black Sea Grain Initiative adalah kesepakatan antara Rusia, Ukraina, dan Turki bersama PBB. Kesepakatan tersebut dibuat setelah Rusia melakukan invasi ke Ukraina. Secara garis besar, kesepakatan itu menyatakan bahwa berbagai pihak sepakat menjamin pengiriman gandum dari Ukraina melalui Pelabuhan Laut Hitam.

Sebagaimana diketahui, invasi yang dilakukan Rusia telah mengganggu distribusi gandum dari Ukraina, khususnya ke negara-negara berkembang. Kesepakatan yang ditandatangani Juli lalu itu akan berakhir pada 19 November mendatang.

Selain masalah pangan, pertemuan Jokowi-Zelensky membahas perbaikan salah satu rumah sakit di Ukraina. Itu merupakan misi kemanusiaan Indonesia. ”Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan Bank Dunia dan Kementerian Kesehatan Ukraina terkait hal ini,” kata Jokowi.

Zelensky menyampaikan apresiasi atas peran Indonesia untuk mengupayakan perdamaian di Ukraina. Dia masih ingat bahwa Jokowi adalah salah satu pemimpin negara yang pertama berkunjung ke Kiev di tengah situasi sulit yang dihadapi Ukraina. ”Saya ingat kedatangan Yang Mulia (baca: Jokowi, Red) termasuk yang pertama ke Ukraina. Terima kasih dan kami akan selalu ingat,” ucap dia.

Jokowi juga melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Pertemuan itu dimanfaatkan kedua presiden untuk membahas beberapa hal. Mulai keanggotaan Indonesia di Financial Action Task Force (FATF) hingga soal pertahanan.

Jokowi meminta dukungan Prancis agar Indonesia bisa diterima sebagai anggota FATF. ”Indonesia satu-satunya negara G20 yang belum menjadi anggota FATF,” ujarnya. Selain itu, dia minta dukungan agar Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) selesai pada tahun depan.

Pada forum G7 sendiri, Jokowi menyampaikan beberapa hal. Salah satunya terkait ajakan kepada para pemimpin negara untuk berani melakukan revolusi besar agar perang dapat dihentikan dan dihindari. Hal itu bertujuan untuk menciptakan perdamaian dunia. Hal tersebut ditegaskan Jokowi saat menyampaikan pandangannya pada sesi kesembilan KTT G7.

Presiden ke-7 RI itu menyebutkan, semua pihak menginginkan dunia yang damai, stabil, dan sejahtera. Namun, keadaan yang ada pada saat ini tidak selaras dengan hal tersebut. ”Ketidakpercayaan makin tebal. Rivalitas makin meruncing. Perang dan konflik masih terjadi di mana-mana,” katanya.

Selain itu, di tengah berbagai macam krisis dunia yang makin mengkhawatirkan, upaya bersama yang dilakukan untuk menyelesaikan perang belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jokowi menegaskan bahwa perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran adalah tanggung jawab dan tujuan bersama. Karena itu, dia mengajak para pemimpin dunia untuk melakukan perubahan.

Sementara itu, dikutip dari The Guardian, Ukraina mendapatkan dukungan diplomatik penuh dari negara-negara anggota maupun sekutu G7. Pemimpin 45 tahun itu tidak pulang dengan tangan kosong. AS mengungkap paket bantuan militer terbaru ke Ukraina senilai USD 375 juta (Rp 5,6 triliun). Itu mencakup amunisi untuk peluncur roket HIMARS, peluru artileri, peluru kendali antitank, dan sistem pencitraan termal.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore