Rekaman yang dirilis oleh Ukraina diduga menunjukkan kapal Sergey Kotov ditenggelamkan oleh pesawat tanpa awak
JawaPos.com - Pemerintah Kazakhstan menyampaikan keberatan keras kepada Ukraina setelah fasilitas ekspor minyak utama mereka di Laut Hitam terkena serangan drone. Insiden itu menimpa terminal milik Caspian Pipeline Consortium (CPC) yang berlokasi di Novorossiysk, Rusia, dan berfungsi sebagai jalur penting bagi pengiriman minyak Kazakhstan ke pasar global.
Menurut laporan Reuters, serangan yang mengenai unit mooring utama itu membuat proses pemuatan minyak tidak dapat dilanjutkan, dan sejumlah kapal terpaksa dipindahkan dari area terminal demi keselamatan.
Dalam keterangan resmi, otoritas Kazakhstan menekankan bahwa terminal CPC adalah infrastruktur nonmiliter yang seharusnya tidak dijadikan target. Negara mengajukan protes diplomatik kepada Ukraina dan meminta agar serangan serupa dihentikan untuk mencegah kerusakan hubungan bilateral.
Seperti diberitakan Newsmax, Kazakhstan menilai tindakan ini dapat mengancam stabilitas kerja sama energi yang selama ini berjalan, mengingat sebagian besar minyak mereka dialirkan melalui jalur ini.
Baca Juga: Trump Minta Ukraina Hentikan Perang di Garis Depan, Membagi Dua Wilayah Donbas untuk Hentikan Perang
Kerusakan pada terminal CPC tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga berimbas terhadap pasar energi global. The Straits Times melaporkan bahwa pipa CPC mengangkut volume besar minyak dari ladang Tengiz, Karachaganak, dan Kashagan sebelum dikirim ke pasar internasional.
Dengan dihentikannya operasi sementara, rantai pasokan minyak dunia dikhawatirkan ikut terganggu karena CPC merupakan salah satu jalur ekspor terbesar di kawasan. Serangan ini terjadi berbarengan dengan meningkatnya operasi Ukraina yang menargetkan infrastruktur energi Rusia.
Dalam pemberitaan lain dari Reuters, Ukraina sebelumnya juga dikabarkan menyerang kapal tanker yang masuk kategori "shadow fleet", yakni armada yang diduga digunakan Rusia untuk menghindari sanksi internasional. Serangkaian serangan ini menunjukkan bahwa strategi Ukraina tidak hanya berfokus pada medan darat, tetapi juga memanfaatkan domain maritim untuk menekan kapasitas energi Rusia.
Meski sasaran utama Ukraina adalah aset-aset militer dan ekonomi Rusia, insiden di Novorossiysk turut menimbulkan konsekuensi bagi Kazakhstan yang tidak terlibat langsung dalam perang.
The Guardian menyebut bahwa serangan terhadap fasilitas energi di Laut Hitam dapat memperluas dampak konflik dan mempengaruhi negara-negara yang memiliki ketergantungan pada jalur ekspor melalui wilayah tersebut.
Kazakhstan kini sedang mempertimbangkan beberapa opsi untuk mengalihkan alur ekspor minyaknya agar tidak sepenuhnya bergantung pada terminal CPC. Namun, proses tersebut tidak bisa dilakukan secara instan dan berpotensi menambah beban biaya.
Sementara itu, pengamat internasional mengimbau agar semua pihak menghindari tindakan yang dapat memperburuk ketegangan, mengingat konflik telah mulai menjalar ke sektor energi yang vital bagi banyak negara.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
