
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov saat berbicara dalam sebuah konferensi pers di Moskow, Rusia.
JawaPos.com - Rusia dan Amerika Serikat (AS) pada saat ini praktis tidak memiliki hubungan, kecuali untuk kontak yang diperlukan. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Kamis (20/4).
"Jika Anda bertanya tentang hubungan Rusia-AS, kami tidak memiliki hubungan konkret sekarang. Kami hanya membahas masalah yang muncul dalam pekerjaan kedutaan kami karena kebutuhan. Dan juga karena AS berusaha menyalahgunakan posisi mereka, khususnya, sebagai negara tuan rumah PBB," kata Lavrov dalam sebuah arahan singkat menyusul kunjungannya ke Kuba.
Berbicara tentang hubungannya dengan Kuba, Menlu Rusia tersebut mengatakan bahwa kerja sama militer antara Moskow dan Havana berkembang dengan sukses.
"Kerja sama militer kami dengan Kuba berkembang dengan sukses sesuai dengan kesepakatan kedua pihak. Dan seperti yang saya pahami, bentuk kerja sama militer ini sesuai untuk Rusia dan Kuba," kata Lavrov pada wartawan.
Menlu Lavrov juga mencatat bahwa persyaratan restrukturisasi utang Kuba telah disepakati. "Tentu saja, semua yang dicapai, telah berkontribusi pada upaya penyelesaian untuk menyepakati restrukturisasi utang Kuba," katanya.
Rusia siap berpartisipasi dalam pembahasan mengenai pembuatan mata uang BRICS, kata Menlu Lavrov pada wartawan.
"Negara-negara BRICS telah lama bekerja pada langkah-langkah untuk mengurangi porsi dolar dalam pembayaran bersama dan beralih ke pembayaran dalam mata uang nasional. Baru-baru ini, Presiden Brasil Lula menyarankan agar kami mempertimbangkan untuk bergerak menuju mata uang kolektif dalam BRICS. Kami akan berpartisipasi dengan minat dalam diskusi ini," kata Lavrov.
Mengenai situasi kelebihan pasokan biji-bijian dan makanan Ukraina saat ini di pasar Uni Eropa (EU), menurutnya akan lebih adil untuk EU membeli biji-bijian dengan harga awal dan memasoknya ke negara-negara yang membutuhkan secara gratis.
"Saya dengar Komisi Eropa menawarkan untuk mengompensasi kerugian, mengalokasikan, jika saya tidak salah, EUR 100 juta (sekitar Rp 1,6 triliun). Tetapi, mungkin, akan lebih adil membeli biji-bijian Ukraina murah dengan harga awalnya dan memasoknya secara gratis ke negara-negara termiskin yang membutuhkan makanan," tegas Lavrov.
Larangan impor biji-bijian Ukraina oleh beberapa negara membuktikan bahwa pemenuhan bagian Ukraina dari kesepakatan biji-bijian telah menjadi komersial. EU telah terlibat dalam berbagai inisiatif untuk membantu Ukraina mengekspor produk pertanian di tengah konflik yang terjadi di negeri tersebut, yang menyebabkan gangguan pada rantai pasokan dan menimbulkan kekhawatiran tentang krisis pangan skala besar.
Namun, tindakan tersebut berkontribusi pada biji-bijian Ukraina yang murah membanjiri negara-negara di Eropa tengah dan timur, menyebabkan jatuhnya harga di sana. Berdasarkan alasan ini, Polandia, HUngaria, Slovakia, dan Bulgaria untuk sementara melarang impor pangan dari Ukraina.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
