
Photo
JawaPos.com - Ekonomi AS tumbuh terealisasi 2,9 persen pada kuartal IV 2022. Angka ini jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 2,6 persen. Meski terjadi pertumbuhan yang solid selama enam bulan, tetap ada kekhawatiran bahwa AS mungkin berada di ambang resesi.
Tingkat konsumsi pribadi tumbuh 2,1 persen. Lebih rendah dari perkiraan analis sebesar 2,9 persen.
Ketakutan itu sedikit mereda setidaknya untuk saat ini, memberikan ruang bagi pembuat kebijakan untuk tetap mengikuti kenaikan suku bunga yang berkelanjutan. Pengeluaran konsumen berkontribusi pada kinerja kuartal keempat yang menguat, di mana sebelumnya sektor perumahan dan manufaktur sempat lesu.
Meski tercatat tumbuh, angka tersebut adalah penurunan dari pertumbuhan 3,2 persen pada kuartal sebelumnya seperti laporan Biro Analisis Ekonomi. Angka terbaru menunjukkan ekonomi berjalan tangguh, namun melambat. Meski pertumbuhan ekonomi pada kuartal terakhir datang lebih kuat dari yang diperkirakan banyak orang, analis mengatakan itu akan berdampak kecil pada langkah Fed selanjutnya.
Bank sentral menaikkan suku bunga tujuh kali tahun lalu dan diperkirakan akan melakukannya lagi minggu depan, dengan harapan bahwa biaya pinjaman yang lebih tinggi akan menyebabkan bisnis dan rumah tangga mengurangi belanja untuk memperlambat ekonomi dan mengekang kenaikan harga. Sementara beberapa dari kenaikan suku bunga tersebut telah memiliki efek yang mengerikan, terutama di pasar perumahan. Banyak bank besar memperkirakan penurunan ekonomi tahun ini.
"Anda mungkin melihat pertumbuhan dan berpikir ekonomi keluar dari kesulitan, tapi itu akan sepenuhnya salah perkiraan," kata Kepala ekonom di SMBC Nikko Securities America, Joseph LaVorgna seperti dilansir dari Washington Post, Sabtu (28/1).
Ia memperkirakan resesi akan terjadi di pertengahan tahun. “Ada banyak variabel yang semuanya menunjuk ke arah yang sama," katanya.
Reaksi Biden
Potret kekuatan ekonomi adalah berita yang disambut baik oleh Gedung Putih pada saat ekonomi AS terus disorot. Biden cukup gembira dengan kabar itu.
"Ini berita yang sangat baik," kata Biden.
Biden mengutip pasar kerja yang kuat, kenaikan upah, dan penurunan inflasi. “Pertumbuhan ekonomi naik, lebih kuat dari perkiraan para ahli,” ungkap Biden.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sadisnya Dwi Bagus Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Jasad Dibakar dan Digiling
Bill Gates Puji AI Meta Milik Zuckerberg, Muse Dinilai Mampu Mengubah Cara Orang Bekerja
4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
Prediksi Skor Persib Bandung vs Melbourne Victory: Maung Bandung Menang di Si Jalak Harupat
Fariz Julinar Angkat Bicara Usai PSIS Semarang Raih Hasil Kurang Memuaskan Sepanjang Oktober
Prediksi Skor Parma vs Udinese: I Gialloblù Bidik Kemenangan demi Keluar Zona Degradasi
Prediksi Skor Daejeon Citizen vs Vissel Kobe di ACL Elite: Siapa yang Mampu Meraih Kemenangan
Fakta Sebenarnya A Day In My Life Kakak vs Adik yang Ramai di Media Sosial
Setelah Inggris, Jepang Minta Warga Siapkan Stok Kebutuhan Darurat hingga 7 Hari
Prediksi Skor Torino vs Como di Liga Italia: I Lariani Curi Kemenangan Tandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022