Muhyiddin Tolak Permintaan Raja Malaysia Koalisi dengan Anwar Ibrahim

23 November 2022, 05:39:04 WIB

JawaPos.com – Kontestan calon Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menolak permintaan raja untuk bekerja sama dan rekonsiliasi dengan Anwar Ibrahim. Sejauh ini memang belum ada pemenang dalam pemilu di Malaysia karena tak ada yang unggul mutlak.

Tidak ada pemenang yang mutlak dengan banyak partai saling bersaing. Pakatan Harapan, oposisi yang dipimpin oleh Anwar Ibrahim bertujuan untuk memulihkan mandat yang dimenangkannya pada 2018, yang direbut oleh Front Nasional petahana melalui manuver politik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Inti dari Front Nasional, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) pimpinan Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob, melihat kekalahan itu sebagai titik balik dalam menjalankan kekuasaannya yang tidak terputus sejak kemerdekaan.

Muhyiddin Yassin dari koalisi Aliansi Nasional mengatakan raja mengusulkan agar partainya bekerja sama dengan Pakatan Harapan Anwar Ibrahim untuk membentuk pemerintahan persatuan. Muhyiddin mengatakan dia menolak permintaan tersebut. Ia menjelaskan masalah utama dan menolak koalisi untuk bekerja sama.

Muhyiddin, yang melakukan audiensi dengan raja, tetap teguh bahwa Aliansi Nasionalnya mendapat dukungan dari 115 anggota parlemen, lebih dari 112 nominasi yang dibutuhkan untuk membentuk mayoritas sederhana.

“Kemarin kami telah mengirimkan pernyataan undang-undang dari 115 anggota parlemen dan ini diakui oleh sekretaris pribadi raja,” klaim mantan perdana menteri itu.

“Namun, ketika saya bertemu dengan raja hari ini, saya diberi tahu bahwa itu tidak cukup karena alasan yang tidak diketahui,” tambahnya.

Raja Malaysia telah memanggil semua 30 anggota parlemen dari koalisi Front Nasional ke istana setelah pertemuan dengan pemimpin Pakatan Harapan Anwar Ibrahim dan saingan Aliansi Nasional Muhyiddin Yassin dan tidak menghasilkan pembentukan pemerintahan baru. Raja juga berpesan kepada seluruh warga Malaysia untuk bersabar dan tenang hingga proses pembentukan pemerintahan dan penunjukan perdana menteri ke-10 selesai.

Anwar Ibrahim mengatakan hingga kini belum ada kesimpulan yang dibuat oleh raja. Sementara beberapa kantor berita mengutip sumber yang mengatakan bahwa dia telah diangkat sebagai perdana menteri sementara.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads