
Photo
JawaPos.com – Kapal kargo Razoni meninggalkan Pelabuhan Odessa, Ukraina, Senin (1/8) pagi. Ia menjadi kapal pertama yang membawa hasil panen Kiev melewati Laut Hitam sejak Rusia memblokade area tersebut. Kapal berbendera Sierra Leone itu membawa 26 ribu ton jagung menuju Tripoli, Lebanon.
”Ukraina bersama partnernya telah mengambil langkah untuk mencegah kelaparan dunia,” ujar Menteri Infrastruktur Ukraina Alexander Kubrakov seperti dikutip BBC.
Dia menambahkan, dibukanya akses pelabuhan bakal memberikan setidaknya USD 1 miliar pendapatan devisa bagi perekonomian negaranya. Hal itu juga peluang bagi sektor pertanian guna merencanakan langkah untuk tahun depan.
Rusia membombardir Odessa sejak hari pertama invasi pada 24 Februari lalu. Padahal, itu adalah akses utama ekspor hasil pertanian Ukraina. Selama ini Kiev dikenal dengan julukan lumbung dunia. Ia menyumbang 46 persen ekspor minyak bunga matahari global, 37 persen ekspor sereal dari biji-bijian alias millet, 10 persen total ekspor gandum, 8 persen ekspor madu, dan 7 persen ekspor kenari.
Blokade selama lima bulan terakhir mengakibatkan harga makanan dari biji-bijian melonjak. Misalnya saja roti dan mi.
Negara-negara miskin di berbagai belahan dunia pun terdampak. Sebab, selama ini PBB membeli sebagian hasil panen Ukraina untuk membantu negara-negara tersebut. Jika blokade berlangsung terus-menerus, ancaman kelaparan menanti penduduk di negara-negara miskin tersebut. Saat ini ada 20 juta ton hasil panen Ukraina yang terjebak di pelabuhan.
”Pengiriman ini menandai hari kelegaan bagi dunia, terutama bagi teman-teman kami di Timur Tengah, Asia, dan Afrika, ketika panen biji-bijian Ukraina pertama berhasil meninggalkan Odessa setelah berbulan-bulan blokade Rusia,” ujar Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba.
Turki menjadi pihak yang berinisiatif memfasilitasi mediasi antara Rusia dan Ukraina. Yaitu, agar blokade di Laut Hitam dibuka sementara khusus untuk kapal-kapal yang mengangkut hasil panen. Dua negara menandatangani kesepakatan bulan lalu. Perwakilan PBB juga terlibat sebagai pengawas.
Karena itulah Razoni dijadwalkan berlabuh di Istanbul hari ini. Di negeri dua benua tersebut, kapal itu akan menjalani inspeksi lebih dulu baik oleh Turki maupun perwakilan PBB. Jika semua sesuai, baru perjalanan ke Lebanon dilanjutkan. Sekitar 16 kapal lain akan menyusul sesuai dengan koridor maritim dan kesepakatan dua negara.
Sekjen PBB Antonio Gutteres berharap pengiriman itu menjadi kapal pertama dari banyak kapal komersial yang akan berlayar sesuai dengan inisiatif yang ditandatangani di Turki. Ekspor itu akan membawa stabilitas dan bantuan yang sangat dibutuhkan untuk pertahanan pangan global. Terutama di wilayah yang rawan masalah kemanusiaan.
”Program Pangan Dunia (WFP) berencana membeli, memuat, dan mengirimkan 30 ribu metrik ton gandum dari Ukraina dengan kapal sewaan PBB,” ujar Guterres seperti dikutip Agence France-Presse.
Pelayaran pertama ekspor Ukraina terjadi sehari setelah jutawan Ukraina Oleksiy Vadatursky, 74, dan istrinya, Raisa, tewas. Misil menghantam rumah jutawan bidang pertanian itu di Mykolaiv. Vadatursky adalah pemilik perusahaan eksportir biji-bijian Nibulon.
Meski mengizinkan kapal lewat di Laut Hitam, bukan berarti serangan Rusia terhenti. Alih-alih bombardir wilayah Donbas kian masif. Di Donetsk, tiga orang tewas akibat serangan Rusia.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
