Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juni 2022 | 06.03 WIB

Buntut Ketegangan di Perbatasan Taiwan, Tiongkok Latihan Siap Tempur

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Ketegangan di wilayah perbatasan Taiwan-Tiongkok meningkat. Rabu (1/6) Komando Mandala Timur Pasukan Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok menegaskan bahwa mereka menggelar latihan patroli kesiapan tempur di wilayah darat dan udara di sekitar Taiwan.

Mereka menyebut latihan yang digelar beberapa hari terakhir itu penting untuk melawan kolusi Taiwan-Amerika Serikat. Washington dituding kerap membuat pernyataan dan langkah terkait Taipei. Versi Beijing, AS menghasut agar memberikan dukungan untuk pasukan kemerdekaan Taiwan. ’’Itu akan mendorong Taiwan ke dalam situasi yang berbahaya,’’ bunyi pernyataan PLA, seperti dikutip Al Jazeera.

Sehari sebelumnya, Taiwan melaporkan 30 pesawat Tiongkok yang memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan. Mayoritas adalah jet tempur. Itu adalah provokasi jet tempur terbesar Beijing sejak Januari. Insiden itu berbarengan dengan kunjungan Senator AS Tammy Duckworth ke Taiwan.

Tiongkok geram dengan kunjungan tersebut. Jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian mengatakan, pihaknya telah mengirim nota protes serius pada AS. Mereka mendesak agar para politikus AS mematuhi kebijakan satu Tiongkok dan menghentikan lawatan resmi ke Taiwan dalam bentuk apa pun.

’’Kami akan terus mengambil tindakan tegas untuk menjaga kedaulatan dan integritas teritorial Tiongkok,’’ tegas Zhao, seperti dikutip Global Times. Dia menegaskan bahwa Taiwan adalah salah satu provinsi Tiongkok. Karena itu, tidak ada sebutan presiden di sana.

Kebijakan satu Tiongkok yaitu hanya ada satu negara yang bernama Tiongkok. Kebijakan tersebut diakui AS pada 1979. Meski begitu, AS tak ingin melihat Tiongkok menguasai Taiwan dengan kekerasan. Karena itulah mereka berdiri membela Taipei. Bagi AS saat ini, status Taiwan belum pasti.

Taiwan hanya terletak sekitar 161 km dari pantai daratan utama Tiongkok. Mereka menghuni pulau itu setelah kalah dalam perang sipil oleh kelompok komunis. Mereka yang berada di pulau utama mendirikan negara Republik Rakyat Tiongkok (RRC). Taiwan yang menganut demokrasi mendirikan negara yang secara formal bernama Republik Tiongkok. Hanya ada beberapa negara yang mengakui kemerdekaan Taiwan.

Dulu Taiwan adalah anggota Dewan Keamanan PBB. Namun, pada 1971 mayoritas negara, termasuk AS, beralih mendukung Tiongkok. Kini, setelah merasa tersaingi oleh Beijing, Washington ganti mendukung Taipei.

Dalam kunjungannya, Duckworth menegaskan dukungan AS untuk keamanan Taiwan. Menurut dia, dukungan bipartisan atas RUU kerja sama antara angkatan bersenjata Taiwan dan Garda Nasional AS cukup tinggi. ’’Ini lebih dari sekadar masalah militer, tapi juga tentang ekonomi,’’ ujar mantan pilot helikopter militer AS itu kepada Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore