Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Januari 2022 | 22.56 WIB

Batuk Darah Kena Covid-19, Dirawat di ICU, Bumil di Singapura Sembuh

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Sebuah keajaiban dialami Yvonne Khoo, warga Singapura yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) di Rumah Sakit Umum Singapura (SGH) pada 1 November 2021. Ia terinfeksi Covid-19 dalam kondisi parah dan harus dibantu tabung oksigen.

Tubuhnya dihubungkan ke mesin pendukung kehidupan. Bahkan, ia sempat batuk darah di ambulans saat dia dibawa ke SGH dan dibius oleh staf medis darurat. Khoo, 37, tidur sangat lama sebenarnya dan sangat dekat dengan kematian. Ia mengira terkena infeksi Covid-19 ringan namun berkembang menjadi gagal pernapasan yang parah.

Dia hamil 25 minggu dan memiliki penyakit ginjal yang mendasarinya. Untuk menyelamatkan nyawanya, dokter menghubungkannya ke mesin oksigenasi membran ekstrakorporeal (Ecmo), yang jarang digunakan pada wanita hamil, terutama mereka yang berada di akhir kehamilan.

"Mereka terus mengatakan kepada saya bahwa itu adalah keajaiban (saya selamat) tetapi saya tidak mengerti," kata Khoo kepada The Straits Times seperti dilansir Asia One.

"Baru ketika saya mendengar dokter mengatakan kepada suami saya untuk siap mental kehilangan saya, saya terkejut, karena mengatakan hal seperti itu berarti pasti sangat serius," katanya dalam bahasa Mandarin.

Ini bukan pertama kalinya Khoo bersinggungan dengan Covid-19. Pada September, dia dites positif terkena virus Korona dan dirawat di rumah sakit karena kehamilannya menempatkannya pada risiko yang lebih tinggi. Tapi, Khoo tidak menunjukkan gejala dan dipulangkan setelah seminggu observasi dan tes negatif.

Jadi, ketika dia mulai mengalami gejala sebulan kemudian dan mendapat hasil positif dari alat tes mandiri pada 22 Oktober, dia memutuskan untuk beristirahat di rumah daripada pergi ke klinik atau rumah sakit karena dia pikir dia akan pulih secepat sebelumnya.

Menurut Kementerian Kesehatan Singapura, kasus reinfeksi cukup jarang terjadi. Hingga Agustus, sepertiga dari 32 kasus infeksi ulang yang dikonfirmasi adalah penghuni asrama, sedangkan sisanya adalah kasus impor.

Pada 26 Oktober 2021, Khoo memperhatikan bahwa pembacaan oksimeternya sekitar 80 persen. Pembacaan oksigen darah normal biasanya antara 95 dan 100 persen. Jadi dia memanggil ambulans dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Changi (CGH).

Dia kemudian dipindahkan ke SGH karena dia hamil dengan kondisi medis yang mendasarinya, yang membuat kasusnya rumit. Pada saat dia mencapai SGH, kadar oksigennya serendah 70 persen dan dia segera diintubasi dan dihubungkan ke mesin pernapasan.

Tim medis di SGH mempertimbangkan untuk segera melahirkan bayi Madam Khoo sehingga ia akan membutuhkan lebih sedikit dukungan oksigen untuk bertahan hidup. Tapi kondisi Khoo memburuk dengan cepat.

Konsultan senior di departemen pengobatan pernapasan dan perawatan kritis SGH, Sewa Duu Wen, mengatakan Ecmo, pihaknya memberi waktu bagi putra Khoo yang belum lahir untuk berkembang di dalam rahimnya saat dia distabilkan dan dirawat. Khoo memiliki kecenderungan infeksi Covid-19 yang sangat parah karena pengobatan untuk penyakit ginjal yang mendasarinya telah melemahkan sistem kekebalannya. Dia juga belum divaksinasi, menempatkannya pada risiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ibu hamil lainnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore