
Petugas menunjukan vaskin sinovac sebelum melakukan vaksinasi covid-19 tahap I di Rumah Sakit Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat, Kamis (14/1/2021). Tahap I vaksin diberikan kepada pejabat daerah dan tenaga kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan
JawaPos.com - Kritik yang terus ditujukan pada Sinovac karena ada keraguan terhadap kemanjuran vaksinnya melawan varian Covid-19 Delta, segera dibuktikan oleh perusahaan farmasi asal Tiongkok itu. Seperti diketahui, ratusan tenaga kesehatan di sejumlah negara terinfeksi lagi setelah disuntik vaksin Sinovac.
The Global Times melaporkan, Sinovac dan Zhifei Longcom, sebuah unit Produk Biologi Chongqing Zhifei, mengembangkan vaksin khusus untuk melawan varian Delta. Meski begitu, mereka menambahkan bahwa vaksin mereka saat ini masih efektif melawan varian Covid-19.
Chief Business Officer Sinovac Biotech Ltd dan General Manager Sinovac Biotech (Hong Kong) Ltd, Yang Guang mengatakan bahwa mereka sedang melakukan tes pada varian Delta untuk mengembangkan vaksin khusus untuk varian ini. Data dunia nyata dari sebuah studi oleh Sinovac di Cile telah menunjukkan bahwa vaksin Sinovac memberikan perlindungan yang efektif terhadap varian Gamma.
"Studi kami tentang kemanjuran vaksin pada varian Delta juga mencapai hasil yang serupa," sebut Yang Guang.
Produsen vaksin Tiongkok sedang melakukan tes terhadap varian Delta pada produk mereka. Seentara itu, Ketua Sinopharm China National Biotec Group, Yang Xiaoming, anak perusahaan Sinopharm, mengatakan kepada Global Times bahwa perusahaan sedang melakukan tes netralisasi pada varian Delta dengan serum penerima vaksin dan meningkatkan pengembangan vaksin yang menargetkan empat varian yang mendominasi yaitu Alfa, Beta, Gamma, dan Delta.
Menurut Yang, vaksin Sinopharm untuk varian Beta, pertama kali ditemukan di Afrika Selatan. Dan sedang menjalani uji coba pada hewan. Uji vaksin untuk varian Delta saat ini sedang dalam pengembangan.
"Saat ini, vaksin inaktif Sinopharm masih efektif dalam melindungi penerima dari varian yang mendominasi," kata Yang.
Tiongkok telah memberikan lebih dari 1,6 miliar dosis vaksin Covid-19. Namun, beberapa kasus orang yang terinfeksi setelah diinokulasi telah dilaporkan selama wabah Nanjing baru-baru ini.
Yang menjelaskan bahwa tidak ada vaksin Cobud-19 di dunia yang dapat memastikan perlindungan 100 persen terhadap infeksi. Khasiat vaksin terdiri dari berbagai kriteria, antara lain khasiat mencegah kematian dan penyakit kritis.
Mengenai vaksin inaktif Sinopharm, Yang Xiaoming mencatat bahwa hasil dari tiga fase uji klinis dan penggunaannya pada populasi besar telah menunjukkan bahwa vaksin itu sangat efektif dan aman.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
