
A health worker administers a dose of the Chinese CoronaVac vaccine against COVID-19 to a man at a vaccination centre in Santiago, on March 16, 2021. - The vaccination campaign is about to surpass the barrier of 5 million people inoculated in Chile. (Phot
JawaPos.com - Cile beberapa hari terakhir menjadi sorotan setelah penelitinya menyebutkan bahwa vaksin Sinovac dari Tiongkok tak manjur jika disuntikkan hanya satu kali dosis atau hanya sekitar 3 persen. Kini, pemerintah Cile justru menegaskan bahwa vaksin Sinovac 67 persen manjur dalam mencegah infeksi Covid-19 yang bergejala dan menangkal 80 persen kematian akibat penyakit tersebut. Bahkan, satu dosis pun tetap bisa efektif dalam mencegah Covid-19.
Hal itu terungkap dalam penelitian pemerintah Cile yang diterbitkan pada Jumat (16/4). Laporan tersebut mengatakan vaksin Sinovac 85 persen efektif melawan rawat inap dan 89 persen efektif dalam mencegah orang memasuki unit perawatan intensif. Ini adalah bukti pertama yang menunjukkan seberapa baik vaksin Tiongkok dapat melindungi dari Covid-19 setelah digunakan secara luas dalam suatu populasi.
Studi Kementerian Kesehatan Cile mengikutsertakan 10,5 juta warga yang terdaftar dalam sistem asuransi kesehatan publik negara itu dan termasuk orang-orang yang telah menerima suntikan satu dosis, dua dosis dan tidak ada dosis sama sekali. Angka efikasi diperoleh 14 hari setelah dosis kedua.
Baca juga: Ahli Barat Puji Vaksin Sinovac Manjur 100 Persen Tekan Angka Kematian
"Sementara, efektivitas vaksin 80 persen melawan kematian itu signifikan," kata penasihat sub-sekretaris kesehatan masyarakat Rafael Araos seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (17/4).
"Namun demikian, bahwa hasil di kehidupan nyata lebih rendah daripada hasil studi klinis," tambahnya.
Baca juga: Manjur hingga 100 Persen di Malaysia, Vaksin Sinovac Aman untuk Lansia
Suntikan yang dikembangkan oleh pembuat vaksin yang berbasis di Beijing dan sejauh ini diluncurkan di lebih dari 30 negara telah menghadapi banyak pertanyaan tentang kemanjurannya. Terakhir data yang muncul di Brasil menunjukkan bahwa vaksin tersebut hampir tidak melewati ambang batas minimal 50 persen dalam mencegah virus Korona dan salah satu mutasinya yang paling mengkhawatirkan. Negara-negara seperti Brasil dan Indonesia bergantung pada dosis vaksin Sinovac untuk program vaksinasi Covid-19.
"Kemanjuran suntikan Sinovac menurun jika kasus asimtomatik dipertimbangkan, dan informasi tersebut kemungkinan akan dimasukkan dalam versi akhir penelitian," kata Araos.
"Termasuk kasus asimtomatik menimbulkan lebih banyak suara keraguan, tetapi efektivitas pencegahan kasus Covid-19 asimtomatik setidaknya harus sekitar 54 persen atau 55 persen," kata Araos.
Satu Dosis Manjur
"Sementara itu, setelah hanya satu dosis, vaksin bisa mencegah sekitar 16 persen infeksi simptomatik (bergejala), 35 persen rawat inap, dan 40 persen kematian," kata Araos.
"Kebutuhan akan kesempatan vaksin ketiga adalah topik yang selalu bisa didiskusikan, meskipun masih cukup spekulatif," tambahnya.
Perawatan Intensif
Kendati telah memimpin salah satu peluncuran vaksin tercepat di dunia, kasus di Cile masih terus meningkat setelah pembatasan terkait virus dilonggarkan pada akhir tahun lalu. Hampir 40 persen populasi telah menerima setidaknya satu dosis sementara sekitar 27 persen telah divaksinasi penuh menurut Bloomberg Vaccine Tracker.
Ada bukti bahwa vaksin mulai bekerja. Jumlah warga Cile berusia di atas 70 yang saat ini berada di unit perawatan intensif karena Covid-19 lebih berkurang dari setengah jumlah orang yang lebih muda di ICU, menurut perhitungan yang dibuat oleh Bloomberg News berdasarkan regresi linier hingga Januari tahun ini.
Baca juga: Vaksin Sinovac Terbukti Semakin Manjur jika Jarak Dua Dosis 21 Hari
Baca juga: Tiongkok Tersinggung Vaksin Sinovac Disebut Tak Manjur jika 1 Suntikan
Data anekdotal menunjukkan bahwa varian Brasil, yang saat ini menyebar ke seluruh Amerika Latin, menyerang orang yang lebih muda lebih keras daripada jenis sebelumnya, yang mungkin sebagian menjelaskan perbedaan tersebut. Meski demikian, jumlah pasien ICU pada kelompok pertama yang divaksinasi justru menurun, meski jumlah pasien meningkat.
Suntikan Sinovac disebut memiliki tingkat kemanjuran yang jauh lebih tinggi 83,5 persen di Turki. Negara ini melakukan percobaan yang melibatkan lebih dari 10 ribu orang, yang menambah kebingungan seputar potensi nyata vaksin. Sinovac mengatakan kemanjuran rendah yang ditemukan dalam uji coba di Brasil sebagian disebabkan oleh interval yang lebih pendek dari 14 hari antara dua dosis vaksin dan paparan virus yang lebih besar di antara peserta uji coba, yang semuanya adalah pekerja medis berisiko tinggi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022