
Photo
JawaPos.com - Para peneliti di Turki melaporkan tingkat kemanjuran vaksin Covid-19 dari Sinovac, Tiongkok, turun menjadi 83,5 persen. Angka itu dihitung berdasarkan hasil uji klinis fase 3 akhir di sana. Kemanjuran turun dari sebelumnya yakni 91,25 persen yang diumumkan pada akhir Desember dari hasil sementara.
Anggota Dewan Penasihat Covid-19 Turki dan pemimpin uji klinis, Profesor Serhat Unal, mengatakan kepada Nikkei Asia bahwa data digunakan dari 10.030 sukarelawan dalam penelitian dari 10.216 peserta. Hasil sementara hanya mencakup 1.322 relawan. Tingkat akhir 83,5 persen didasarkan pada 41 infeksi, di mana 32 orang telah menerima plasebo.
Kemanjuran diperoleh dari tingkat relawan yang mengembalikan hasil positif dalam tes polymerase chain reaction (PCR) dan mengalami setidaknya satu gejala Covid-19 seperti demam, batuk, atau sakit kepala setidaknya 14 hari setelah menerima dosis kedua.
Baca juga: Singapura Ungkap Alasan Belum Izinkan Penggunaan Vaksin Sinovac
Hanya saja ada kabar baik. Vaksin Sinovac 100 persen efektif mencegah pasien masuk rumah sakit atau mengalami keparahan. "Vaksin CoronaVac dari Sinovac 100 persen efektif dalam mencegah penyakit parah yang menyebabkan rawat inap," kata para peneliti.
Keenam peserta yang dirawat di rumah sakit berada di kelompok plasebo. Kelompok usia percobaan berkisar antara 18 hingga 59 tahun. Namun, peneliti tak meneliti mutasi virus Korona.
"Saya dapat memberi tahu komunitas internasional dengan yakin bahwa vaksin ini efektif dan aman," kata Unal seperti dilansir Nikkei Asia.
Sebelumnya Sinovac mengumumkan pada 5 Februari bahwa uji klinis Fase 3 oleh Institut Butantan Brasil pada lebih dari 12.000 petugas kesehatan menunjukkan tingkat kemanjuran umum sebesar 50,65 persen. Hasil penelitian di Brasil juga menunjukkan efikasi 83,7 persen untuk kasus yang membutuhkan perawatan medis. Dan, 100 persen mencegah rawat inap serta kasus yang parah dan fatal. Perbedaan hasil studi di berbagai negara ini memicu kritik.
Lantas, mengapa kemanjuran di Brasil bisa rendah? Tidak seperti Turki, uji klinis CoronaVac tahap 3 Brasil dilakukan sepenuhnya pada petugas kesehatan, yang banyak terpapar virus Korona. Namun baik Turki maupun penelitian di Brasil menunjukkan vaksin itu efisien.
Turki sejauh ini telah menerima 15 juta dosis vaksin dari Sinovac, dari kontrak 100 juta dosis hingga akhir Mei. Otoritas Turki memberikan persetujuan penggunaan darurat untuk CoronaVac pada Januari, menyusul hasil sementara pada akhir Desember. Turki telah memberikan lebih dari 9,4 juta dosis kepada hampir 7,3 juta dari 83 juta penduduk negara itu.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
